Timnas Bentukan BTN Belum Siap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Tim Nasional Indonesia. ANTARA/Septianda Perdana

    Pesepakbola Tim Nasional Indonesia. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta -- Sehari menjelang dimulainya pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim bentukan Badan Tim Nasional (BTN), baru ada tiga pemain yang hadir di Hotel Jusenny, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka adalah Mario Aibekop, Husin J. Rahaningmas, dan Anggi. Dokter tim nasional (timnas) Syarif Alwi mengatakan ia belum melihat pemain lain yang hadir.

    "Saya dengar tanggal 25 Februari Senin besok rencananya timnas akan berlatih. Tapi mereka tidak bisa latihan kalau hanya tiga orang yang datang," kata Syarif kepada Tempo, Ahad, 24 Februari 2013. Namun, Syarif mengatakan, wakil ketua BTN Habil Marati menjanjikan pemain-pemain bakal segera datang. "Sudah dikontak," ujarnya menirukan Habil.

    Keberadaan tiga pemain tersebut di Hotel Jusenny dibenarkan Anisa, resepsionis Hotel Jusseny. Resepsionis itu telah berusaha mengontak pemain-pemain tersebut untuk diwawancarai wartawan. Namun, setelah ditunggu lama, pemain-pemain itu tak kunjung keluar dari kamar. Melalui resepsionis itu pula, Husin, salah satu pemain, mengatakan tidak bisa menjanjikan kapan akan keluar kamar. "Sepertinya beliau agak enggan," kata Anisa.

    Dokter Syarif mengatakan belum akan memeriksa kesehatan ketiga pemain itu. Ia berencana memeriksa pemain saat mereka sudah lengkap. "Saya sebenarnya juga belum mendapat surat pemanggilan dari timnas," kata dia. Habil sendiri ketika dihubungi mengaku belum mengecek keberadaan pemain-pemain timnas di Hotel Jusenny.

    Selasa pekan lalu, Habil mengatakan telah memanggil 34 pemain untuk menjalani persiapan laga melawan Arab Saudi pada Sabtu, 23 Maret mendatang. Habil mengatakan pemain-pemain itu akan mulai menjalani pelatnas pada 25 Februari 2013. Dari 34 pemain itu, beberapa pemain Liga Super Indonesia juga dipanggil, yaitu, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Jajang Mulyana, dan Zulham Amrun.

    Pemanggilan pemain tetap berjalan sekalipun wadah yang menaungi timnas ini, yaitu BTN, masih dalam kontroversi. Keputusan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin membentuk BTN dan menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala timnas menuai protes dari anggota Komite Eksekutif PSSI. Mereka mengatakan pembentukan BTN dan penunjukkan Blanco tak sesuai statuta.

    Bahkan, pada Jumat pekan lalu Komite Eksekutif memutuskan mencabut Surat Keputusan (SK) pembentukan BTN yang dikeluarkan Djohar Arifin Husin 11 Januari 2013 lalu. Keputusan itu dilakukan berdasarkan rapat Komite Eksekutif pada Jumat, 22 Februari 2013. Komite Eksekutif kemudian membentuk Komite Ad Hoc Badan Timnas yang diketuai oleh Isran Noor.

    Dihubungi Tempo, Ahad, 24 Februari 2013, salah satu anggota Komite Eksekutif, Sihar Sitorus, mengatakan keputusan itu sah menurut aturan PSSI. Sebab, keputusan itu berdasarkan suara terbanyak anggota Komite Eksekutif.

    Sihar menjelaskan, anggota Komite Eksekutif terdiri dari tujuh orang, termasuk Ketua Umum Djohar Arifin. Ia mengakui Djohar tak hadir dalam rapat Jumat pekan lalu. Namun, kata Sihar, sebanyak empat anggota Komite Eksekutif menyetujui pencabutan SK pembentukan BTN itu. "Dalam rapat-rapat sebelumnya Pak Djohar hadir dan rencana pembentukan Komite Ad Hoc Badan Timnas itu sudah ia dengar," kata dia. Selain Djohar, Widodo Santoso juga tak hadir karena sedang umroh. "Sedangkan Pak Mawardi (Mawardi Nurdin) memang mendukung BTN." Anggota Komite Eksekutif lainnnya adalah Tuty Dau, Bob Hippy, dan Farid Rahman.

    Sihar menjelaskan, keputusan dalam Komite Eksekutif diambil secara kolektif kolegial. "Ketua umum memiliki suara. Biasanya beliau menjadi penentu jika suara di Komite Eksekutif seimbang. Tapi, soal pencabutan SK itu kan mayoritas anggota Komite Eksekutif sudah menyetujui," ujarnya.

    Ditambahkan oleh Sihar, pencabutan SK itu bukanlah masalah personal. Buktinya, Isran Noor tetap dipertahankan sebagai ketua. Namun, penunjukkan pelatih Luis Manuel Blanco terancam batal. "Berdasarkan Statuta Pasal 37 huruf J, Komite Eksekutif yang berwenang menunjuk pelatih dan staf teknis timnas adalah Komite Eksekutif," kata dia.

    GADI MAKITAN


    Berita terpopuler:

    David Luiz Buka Pintu untuk Barcelona

    Alasan Investor Arab Beli Roma

    Suporter Madrid Ingin Laudrup Gantikan Mourinho

    Bradford Menolak Tampil di Liga Europa

    Vermaelen Waspadai Benteke


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?