Manajemen Timnas Era Nilmaizar Temui BTN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PSSI Halim Mahfudz (kiri) dan Manajer Timnas Mesak Manibor. ANTARA/Wahyu Putro A

    Sekjen PSSI Halim Mahfudz (kiri) dan Manajer Timnas Mesak Manibor. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen tim nasional sepak bola senior di era kepelatihan Nilmaizar menemui Badan Tim Nasional (BTN) untuk mempertanyakan kelanjutan nasib mereka. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini tidak kunjung ada kepastian dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia soal nasib mereka. Masalahnya, apakah mereka tetap mengisi posisi manajerial atau diberhentikan.

    "Kami sadar bahwa yang berhak dan punya kewenangan saat ini adalah BTN, sehingga kami harus berkomunikasi dengan mereka. Tadi pagi saya sudah menghubungi mereka, tapi belum ada balasan," kata Wakil Manajer Timnas, Nico Dimo, Kamis, 7 Maret 2013.

    Nico pun mengatakan siap menerima segala keputusan BTN, termasuk soal kemungkinan pencopotan dirinya dari struktur manajemen timnas. "Saya siap menerima keputusan itu jika memang itu yang terbaik untuk timnas," kata Nico.

    "Bahkan jika diminta untuk membantu manajerial timnas yang dibentuk BTN pun saya siap. Kami siap melebur," Nico menambahkan.

    Struktur lengkap manajerial timnas sampai saat ini memang belum dibentuk BTN secara lengkap. Baru posisi Ketua BTN yang diisi Isran Noor dan Wakil Ketua BTN yang diisi Harbiansyah yang sudah jelas. Sedangkan posisi lain belum secara resmi diumumkan, termasuk posisi manajer timnas.

    Harbiansyah sendiri beberapa waktu lalu mengatakan bahwa posisi manajer timnas kemungkinan besar akan dirangkap oleh pelatih kepala Luis Manuel Blanco. Ihwal itu disampaikan Harbiansyah usai merilis 58 nama pemain yang disiapkan untuk menghadapi Arab Saudi.

    Manajemen timnas di bawah pimpinan Bupati Kabupaten Sarmi, Mesak Manibor, sendiri baru aktif bekerja menjelang Kualifikasi Piala Asia 2015 beberapa waktu lalu. Mesak Manibor masuk menggantikan Habil Marati usai kegagalan timnas di Piala Federasi Sepak bola Asia Tenggara 2012. Sesuai kebiasaan PSSI, manajemen timnas hanya berlaku untuk satu turnamen.

    ARIE FIRDAUS

    Terpopuler:
    Mourinho: Kami Tak Layak Menang

    Cakir Usir Keluar Nani, Ini Komentar yang Muncul

    Cakir, Si Pembawa Sial Manchester United

    Keane: Nani Layak Diganjar Kartu Merah

    Gembira Madrid Lolos, Ronaldo Sedih MU Kandas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?