Hoeness: Shaqiri Bukan Ribery  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xherdan Shaqiri.  REUTERS/Ruben Sprich

    Xherdan Shaqiri. REUTERS/Ruben Sprich

    TEMPO.CO, Muenchen - Uli Hoeness, presiden Bayern Muenchen, menyatakan butuh waktu lama bagi Xherdan Shaqiri untuk memiliki pengaruh seperti Franck Ribery, kendati gelandang asal Swiss itu layak memperoleh tempat di dalam tim yang akan menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions itu.

    Shaqiri menggantikan Ribery saat Bayern Muenchen mengalahkan Wolfsburg 6-1 di semifinal DFB-Pokal. Ia mencetak satu gol dan memberi tiga umpan matang yang dikonversi menjadi gol oleh rekan-rekannya.

    Mathias Sammer, general manager Bayern Muenchen, memuji Shaqiri dengan menyebutnya sebagai pemain kelas dunia. Pers juga menyebut Shaqiri identik dengan Ribery.

    Namun, Hoeness mengatakan; "Riberi adalah Ribery, Shaqiri adalah Shaqiri. Perlu waktu lama bagi Shaqiri untuk menjadi sehebat Ribery."

    Shaqiri memang berpeluang tampil sejak menit pertama saat Bayern Munchen menghadapi Barcelona, tapi bukan lagi sebagai pengganti Ribery. Ia diperkirakan akan menggantikan Toni Kroos, yang cedera.

    Ribery tetap akan dimainkan. Arjen Robben kembali dalam performa terbaik, dan akan memperoleh tempatnya. Satu tempat lagi akan diperebutkan oleh Shaqiri dan Thomas Mueller.

    Pelatih Jupp Heynckes kemungkinan akan menggeser Mueller ke sayap untuk memberi tempat kepada Shaqiri guna mengimbangi lini tengah Barcelona.

    ESPNFC.COM | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Ujian Nasional Bom Boston Lion Air Jatuh Serangan Penjara Sleman Harta Djoko Susilo

    Berita Lainnya
    Xavi Berharap Casillas Bergabung ke Barca
    Eriksen Belum Sepakat ke Liverpool

    Tak Jadi Pemain Inti Barcelona, Song Ingin Pergi

    Terry Terima Jadi Tim Cadangan Chelsea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.