Minggu, 25 Februari 2018

Kakak Wilfried Zaha Adalah Pimpinan Gangster

Oleh :

Tempo.co

Senin, 6 Mei 2013 20:53 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakak  Wilfried Zaha Adalah Pimpinan Gangster

    Manchester United akhirnya mendapatkan pemain muda baru dari Crystal Palace yaitu Wilfried Zaha. Pemain Timnas Inggris dan pemain klub Crystal Palace ini akan mulai bermain bersama Manchester United pada akhir musim depan. frrole.com

    TEMPO.CO, London-Siapa sangka, saudara tertua dari pemain gelandang Wilfried Zaha, yang baru saja menandatangani kontrak dengan Manchester United senilai 15 juta poundsterling atau Rp 226 miliar ini adalah seorang petinggi gangster di London Selatan.

    Zaha, resmi menjadi pemain MU pada Januari lalu setelah Alex Ferguson sepakat menandatangani kontraknya itu. Sebelumnya, pemain berusia 20 tahun ini hanya dipinjamkan dari Crystal Palace ke Setan Merah selama 4 bulan, sampai kontrak memutuskan masa pinjaman dan resmi bergabung di Old Trafford.

    Pemain yang berasal dari Pantai Gading ini diprediksi masa depannya akan menjadi bintang. Akan tetapi, jalannya berbeda dengan saudara kandungnya, Herve.

    Sebuah laporan yang ditulis Dailymail -- mengatakan bahwa, Herve, saudara tertua pemain gelandang itu, mengklaim bahwa dirinya adalah pemimpin dari salah satu geng yang ada di London. DSN atau Don’t Say Nothinhg  adalah nama geng yang dipimpinnya.

    DSN tercatat bertanggung jawab atas penusukan, penembakan, dan perampokan di London Selatan sejak tahun 2007.

    Pada tahun 2012 silam, Herve harus mendekam di penjara selama 12 bulan akibat ulahnya. Di bulan Juli tahun itu, Herve melemparkan pecahan bahan bangunan ke arah jendela mobil. Sementara pengemudi mobil yang dilempari oleh Herve ada di dalam dan sedang duduk di belakang kemudi. Pengemudi yang mobilnya dilempar Herve melapor kepada Polisi. Herve diperintahkan membayar 280 poundsterling atau Rp 4,2 juta sebagai biaya kompensasi di pengadilan.

    DSN muncul sebagai topik hangat di berbagai media masa pada tahun 2007. Saat itu, mereka terlibat dalam pertempuran brutal dengan geng saingannya di sebuah pusat perbelanjaan di Croydon.

    Beruntung bagi Wilfried, karena tidak ada catatan sama sekali mengenai keterlibatan dirinya dengan geng yang dipimpin kakanya atau pun geng lainnya. Seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, “Wilfried datang dari latar belakang yang benar-benar sulit. Ia melakukan yang baik dengan mencoba mengeluarkan saudaranya dari keterlibatan geng.”

    The Zahas, sebutan bagi keluarga WIlfried Zaha, beremigrasi dari Pantai Gading ke London Selatan ketika Wilfried berusia empat tahun.

    DAILYMAIL | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Pemilu Malaysia | Harga BBM |  Susno Duadji |  Ustad Jefry | Caleg

    Berita Lainnya
    Gol Mata Naikan Peringkat Chelsea  
    Antonio Conte Akan Bahas Masa Depannya di Juventus
    Juve Kembali Kuasai Seri-A


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.