Datangkan Wasit Asing, PSSI Dikhawatirkan Boros

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Chelsea, Eden Hazard (kanan) dalam pertandingan semi final Piala Liga antara Swansea melawan Chelsea, di Stadion Liberty, Swansea, Wales (23/1). Hazard dikeluarkan dari pertandingan karena menendang seorang anak gawang (ball boy) yang sedang memegang bola untuk dikembalikan ke lapangan. REUTERS/Rebecca Naden

    Wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Chelsea, Eden Hazard (kanan) dalam pertandingan semi final Piala Liga antara Swansea melawan Chelsea, di Stadion Liberty, Swansea, Wales (23/1). Hazard dikeluarkan dari pertandingan karena menendang seorang anak gawang (ball boy) yang sedang memegang bola untuk dikembalikan ke lapangan. REUTERS/Rebecca Naden

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendatangkan wasit asing untuk beberapa pertandingan di Indonesia dikhawatirkan membuat pengeluaran PSSI lebih boros. Sebab, menurut  anggota Komite Wasit, Jimmy Napitupulu, wasit-wasit asing memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dari wasit nasional, namun  bayaran mereka lebih mahal.

    "Sebaiknya dipertimbangkan," kata Jimmy melalui sambungan telepon, Jumat, 10 Mei 2013. "Lebih baik PSSI berfokus pada pembinaan wasit-wasit lokal."

    Menurut Jimmy, wasit lokal yang belum berpengalaman perlu dibina dengan cara menggembleng mereka secara berjenjang. Dia menyarankan mereka (wasit) lebih dulu dijadikan pendamping sebelum memimpin pertandingan. Pendampingan dan penggemblengan secara berjenjang bisa menempa mental wasit, jelasnya.

    Jimmy menambahkan, PSSI juga harus serius dalam meregenerasi wasit. "Dengan regenerasi yang baik, stok wasit akan semakin banyak. Setelah itu, PSSI bisa menyeleksi wasit," kata dia.

    Rencana PSSI mendatangkan wasit asing diungkapkan anggota komite eksekutif PSSI yang membawahi komite wasit, Roberto Rouw, beberapa waktu lalu. Ide itu muncul setelah terjadi kasus pemukulan wasit oleh pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Rumaropen. Oleh Komisi Disiplin PSSI, Pieter dihukum larangan bertanding seumur hidup.

    Pieter memukul wasit Muhaimin saat laga Pelita Bandung Raya melawan Persiwa Wamena di Stadion Jalak Harupat, Bandung, April lalu. Pieter tidak terima dengan keputusan Muhaimin memberi hadiah tendangan penalti kepada tuan rumah di menit ke-82. Seusai kejadian itu, Muhaimin menyatakan siap dievaluasi oleh komite wasit soal keputusannya.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.