Neymar Akan ke Bayern Muenchen?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar. (AP Photo/Julio Cortez)

    Neymar. (AP Photo/Julio Cortez)

    TEMPO.CO, Brasil - Penyerang Santos, Neymar, selama ini selalu dikabarkan bakal berlabuh ke Barcelona. Namun, mantan Wakil Presiden Santos, Vicente Cascione, menyatakan pemain tim nasional Brasil itu tidak akan berkarier di Spanyol.

    “Masa depannya bukan di Spanyol, baik di Barcelona ataupun Real Madrid,” tutur Cascione seperti dikutip dari givemefooball.com., Selasa, 14 Mei 2013. “Neymar akan ke Jerman.”

    Neymar, kata Cascione, sudah mencapai kesepakatan dengan Bayern Muenchen. “Saya tidak berspekulasi dan informasi ini tidak dapat dipungkiri,” tutur pria 71 tahun itu. “Agustus 2013, Neymar akan menjadi bagian dari Bayern Muenchen.”

    Jika hal ini benar terjadi, pastinya bakal mengejutkan semua pihak. Soalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Neymar selalu dikaitkan dengan Barcelona. Apalagi, Neymar pernah mengungkapkan keinginannya untuk main bareng dengan Lionel Messi.

    Ditambah lagi, pada Maret lalu, Barcelona sempat dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Santos terkait nilai transfer Neymar. Klub raksasa dari Catalunya ini menyanggupi harga Neymar yang menyentuh angka 92 juta euro atau sekitar Rp 1,1 triliun.

    Cascione mengungkapkan Bayern memenangi persaingan atas Barcelona karena Neymar diiming-imingi bekerja bareng dengan Josep “Pep” Guardiola, yang merupakan mantan pelatih El Barca. “Siapapun yang meragukan hal ini harus menunggu dan melihatnya,” tuturnya.

    GIVE ME FOOTBALL | SINGGIH SOARES TONCE

    Topik Terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca Juga:
    Real Madrid Rayu Ancelotti, PSG Meradang

    Parade Juara PSG Berakhir Brutal

    Mancini Diminati 3 Klub Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.