Inter Dibeli Erick Thohir, Ini Komentar Zanetti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Javier Zanetti. Foto: zimbio.com

    Javier Zanetti. Foto: zimbio.com

    TEMPO.CO, Milan - Pemain belakang sekaligus kapten Inter Milan, Javier Zanetti angkat bicara soal rumor pengusaha Indonesia Erick Thohir yang berniat membeli saham Inter. Zanetti berharap Presiden Massimo Moratti tetap memegang saham mayoritas Nerazzurri.

    Thohir dikabarkan telah mengajukan tawaran 260 juta euro atau sekitar Rp 3,3 triliun untuk mengakuisisi Inter. Thohir sebelumnya dikabarkan hendak membeli 80 persen saham Inter. Namun Moratti hanya bersedia melepas 20 persen sahamnya.

    Menurut Ore 24 seperti dilansir football italia, Kamis, 30 Mei 2013, pengusaha Indonesia berusia 42 tahun itu telah memberikan tawaran resmi kepada Presiden Inter Massimo Moratti pada Rabu, 29 Mei 2013, waktu setempat.

    Thohir, yang memiliki investasi di klub NBA Philadelphia 76ers dan klub Major League Soccer DC United, ingin membawa tim asuhan Walter Mazzarri ke tangga juara. Inter sendiri gagal berprestasi di musim 2012/2013 ini.

    “Saya tahu semangat Presiden (Moratti) dan keluarganya untuk Inter. Ini (isu pembelian saham) adalah suatu hal yang menjadi pertimbangan dia,” kata Zanetti. “Kami harus menunggu, yang penting Presiden tetap di Inter. Apakah dia akan menjual sahamnya? Saya tidak tahu, tapi Inter tanpa Moratti adalah hal yang sulit dibayangkan.”

    Moratti telah memimpin Inter selama 18 tahun, atau sejak tahun 1995. Juragan minyak asal Italia ini menerima tongkat kepemimpinan dari ayahnya, Angelo Moratti.

    FOOTBALL-ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Ronaldo Ditawar Rp 12 Triliun, Madrid Ogah Lepas  
    Juli ke Indonesia, Pemain Arsenal Belajar Gamelan
    Abdisalam Ibrahim: Aku Ingin Bermain di Arsenal  
    Perez: Bale Terlahir Jadi Pemain Real Madrid
    Marouane Fellaini: Moyes Tidak Meminta Aku ke MU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.