Tolak Jersey Newcastle, Cisse Dapat Hinaan Rasial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papiss Cisse. REUTERS/Toby Melville

    Papiss Cisse. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Newcastle - Anggota kelompok Perhimpunan Pertahanan Inggris (EDL) diduga telah menghina Papis Demba Cisse secara rasial lewat grup Facebook lantara menolak memakai jersey baru Newcastle yang disponsori oleh Wonga. Cisse menolak jersey yang memajang logo perusahaan kredit berbasis online itu karena Islam mengharamkan riba.

    Newcastle telah dibuat bingung oleh sikap Cisse. Musim lalu Cisse tidak keberatan ketika memakai jersey Newcastle United yang disponsori oleh Virgin Money, sebuah bank di Inggris yang juga menarik uang dari pinjaman dan hipotek.

    Namun, seperti dengan semua pelecehan rasis terhadap pemain mereka, Newcastle menyatakan sangat muak dengan grup Facebook itu dan telah melaporkannya ke polisi Northumbria. Kini polisi sedang mengidentifikasi orang yang bertanggungjawab di balik grup facebook tersebut, yang diindikasi sebagai anggota EDL.

    "Kami telah mengetahui komentar kasar yang dibuat di Facebook," kata Kepala Polisi Northumbria Dianne Winship, seperti dikutip The Telegraph, Kamis, 13 Juni 2013. "Polisi Northumbria menerima semua laporan penyalahgunaan yang sangat serius itu dan penyelidikan sedang dilakukan."

    Serangan dari grup Facebook tersebut merupakan serangan rasial kedua kalinya terhadap Cisse dalam tiga bulan terakhir melalui internet. April lalu, Cisse diserang oleh ekstrimis Amerika Serikat lewat website. Akun Twitter pacar Cisse yang merupakan mantan Miss Newcastle juga diretas untuk mengirim materi-materi rasis.

    Serangan rasial makin meluas di Inggris setelah Mei lalu, dua ekstrimis Islam keturunan Nigeria, Michael Adebolajo dan Michael Adebolawe, menggorok seorang tentara Inggris sampai tewas di Woolwich, London. EDL merupakan salah satu kelompok di Inggris yang mengecam keras tragedi Woolwich tersebut.

    Kelompok penentang ekstrimis Muslim tersebut sempat terlibat bentrok dengan kepolisian London saat memprotes tragedi Woolwich. Unjuk rasa EDL dan kelompok sayap kanan Inggris kemudian meluas dengan mengecam kebijakan pemerintah Inggris yang dianggap terlalu longgar terhadap para imigran dan umat Islam.

    THE TELEGRAPH | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Maradona Sambangi Indonesia Pekan Depan
    Ini Harga Tiket Indonesia All-Stars vs Chelsea
    Benfica Incar Bek Asal Indonesia
    Ronaldo Bantah Bakal Perpanjang Kontrak di Madrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.