Unjuk Rasa di Kota Brasil Jadi Inspirasi Neymar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Brazil merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Meksiko, dalam pertandingan Grup A Piala Konfederasi di Fortaleza, Brazil, (20/6). Brazil lolo ke babak selanjutnya. AP/Natacha Pisarenko

    Para pemain Brazil merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Meksiko, dalam pertandingan Grup A Piala Konfederasi di Fortaleza, Brazil, (20/6). Brazil lolo ke babak selanjutnya. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO.CO, Fortaleza - Alih-alih membuat konsentrasi skuad Brasil terbelah, unjuk rasa terbesar selama 20 tahun terakhir di negeri Samba justru melecut Selecao untuk mengalahkan Meksiko 2-0, Kamis dinihari tadi. Sebelum pertandingan, Neymar mengatakan akan tampil habis-habisan melawan Meksiko. Ia mengaku terinspirasi oleh gerakan rakyat Brasil.

    Ratusan ribu warga Brasil turun ke jalan-jalan memrotes pemerintah karena dianggap lalai dengan kewajibannya. Warga yang muak itu menuduh pemerintah lebih memrioritaskan Piala Konfederasi dan Piala Dunia 2014 dengan mengeluarkan miliaran Real Brasil daripada membuat program kesejahtaraan rakyat.  

    "Saya juga ingin lebih ada keadilan, keamanan, dan kejujuran untuk Brasil. Aku akan berjalan ke lapangan vs. Meksiko dengan terinspirasi oleh gerakan ini (protes rakyat Brasil)," kata Nemyar lewat akun Instagram-nya, seperti dikutip ESPN, Kamis, 20 Juni 2013. 

    Neymar membuka keunggulan Brasil atas Meksiko lewat first-time kaki kirinya pada menit ke-9. Gol kedua Brasil juga berasal dari kreasi Neymar, ketika pemuda 21 tahun yang baru dibeli oleh Barcelona itu mengirim umpan manis ke pemain pengganti Jo dan berbuah gol pada menit ke-93.

    Meski timnya menang, pelatih Luis Felipe Scholari menyatakan kurang puas dengan penampilan anak asuhnya. Banyak kekurangan yang baru muncul pada pertandingan kedua itu, yang sebelumnya tidak kelihatan saat Brasil menang 3-0 atas Jepang.

    "Kami tidak sebagus kami melawan Jepang," tegas Scholari. "Kami kehilangan sekitar 15-20 menit permainan. Kami memiliki masalah di sisi sayap dan kami perlu menyelesaikannya."

    Scholari mengakui keunggulan Brasil tak lepas dari faktor tuan rumah. Pada 25 menit pertama, Brasil seolah berhadapan dengan Meksiko yang tak bernyali diteror oleh 50.791 penonton di Estádio Governador Plácido Aderaldo Castelo.

    "Saya berbicara dengan wasit Howard Webb setelah pertandingan di ruang ganti," kata Scholari. "Dan dia bilang sendiri, di seluruh karirnya, dia tidak pernah mendengar hal seperti itu (kerumunan suporter nasional)... Dan dia seorang Inggris! Meksiko yang takut dan kami membutuhkan itu." 

    Pada 25 menit babak pertama, Brasil 7 kali memborbardir gawang Meksiko. Semuanya on-target, namun hanya satu yang berhasil menjadi gol, yaitu first-time kaki kiri Neymar.

    Namun selepas itu, justru Brasil yang terus-terusan ditekan Meksiko yang sudah bisa lepas dari teror suporter tuan rumah. Brasil hanya mampu mengandalkan serangan balik cepat ketika mereka mampu melepaskan diri sejenak dari tekanan Meksiko.

    Meksiko yang keasyikan berusaha mengejar ketinggalannya justru kebobolan lagi. Kali ini Sombrero kecolongan oleh gol Jo pada 3 menit waktu tambahan babak kedua, dan mengunci skor 2-0 untuk Brasil.

    "Kita hanya perlu 10 sen terakhir untuk menyelesaikan beberapa hal dan skor pertandingan. Itu perbedaan kecil (dari Brasil) yang telah hilang dan kami tidak menemukannya di pertandingan ini," kata pelatih Meksiko Jose Manuel "Chepo" de la Torre. "Itulah sepak bola. Kadang-kadang Anda beruntung, kadang-kadang tidak."

    Chepo pantas kecewa. Dia merasa Meksiko-lah yang seharusnya keluar sebagai pemenang karena statistik membuktikan bahwa Sombrero yang menguasai pertandingan, bukan Samba.

    Selama 90 pertandingan, Meksiko menguasai 55 persen bola, unggul 5 persen dari Brasil yang dikenal dengan pemainan penguasaan bola plus jogo bonito itu. Tapi Meksiko kalah efektif, di mana mereka hanya mampu melepas 9 tembakan (2 on target) dibanding Brasil yang bisa melepaskan 13 tembakan ke gawang (on target).

    "Ini bukanlah kegagalan. Gagal itu adalah ketika Anda berhenti berjuang," ujar Chepo. "Ada dua momen indivual yang mengubah skor."

    Chepo secara tidak langsung menunjuk batang hidung Neymar. Neymar yang "sendirian" mampu membuat gol sekaligus assist, itu yang tak dimiliki Meksiko.

    ESPN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Ini Masukan Radja Nainggolan untuk Timnas U-23

    Kalahkan Persegres, Sriwijaya Geser Persib

    Rafael Ingin MU Raih Trofi Piala FA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.