Benitez: Madrid Pilih Pelatih yang Tepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Chelsea Rafael Benitez. AP/Sang Tan

    Pelatih Chelsea Rafael Benitez. AP/Sang Tan

    TEMPO.CO, Naples - Pelatih Napoli, Rafael Benitez, menyambut gembira keputusan Real Madrid yang menunjuk Carlo Ancelotti sebagai mentor baru Cristiano Ronaldo dkk. Benitez menyatakan, Les Merengues telah memilih pelatih yang tepat.

    "Ancelotti orang yang tepat, berpendidikan, seorang profesional yang bagus, tahu tentang pekerjaan dan melakukannya dengan baik," ujar Benitez, Kamis, 27 Juni 2013. "Dia telah memenangi banyak gelar juara."

    Benitez pun yakin kehadiran Ancelotti bakal membuat ruang ganti pemain Madrid lebih adem ayem dibandingkan dengan sebelumnya. Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang mampu menjaga kondisi timnya dengan baik.

    "Ancelotti adalah pelatih dan pribadi yang luar biasa. Dan, dalam beberapa cara, Ancelotti akan memulihkan nilai-nilai yang Real Madrid selalu miliki," ujar peramu strategi 53 tahun yang pernah menangani Madrid B itu.

    Ancelotti baru bisa bergabung ke Madrid setelah Paris Saint-Germain mendapatkan tanda tangan Laurent Blanc, mantan pelatih tim nasional Prancis. Ancelotti pun diikat kontrak Madrid sampai 2016 mendatang.

    Dalam kesempatan ini, Benitez juga mengomentari tentang rumor kepergian Edison Cavani. Pelatih yang dijuluki Si Badut oleh Jose Mourinho, manajer Chelsea, itu berharap Cavani tidak angkat kaki dari San Paolo.

    "Kami akan bahagia jika Cavani tetap bersama kami. Jika Cavani masih bersama kami, tentu saja dia akan menjadi pemain kunci," ucap Benitez. Saat ini, Cavani dikabarkan bakal berlabuh di Chelsea atau Madrid.

    FOOTBALL ITALIA | SINGGH SOARES

    Baca Juga:
    Serie A Selidiki Moggi dan 12 Agen Sepakbola Itali

    Higuain Terlalu Mahal Untuk Juventus

    Mancini: Tevez Sangat Bagus untuk Juve


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.