Stefano Lilipaly Bakal Main di Liga Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stefano Lilipaly. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Stefano Lilipaly. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang naturalisasi asal Belanda, Stefano Lilipaly, disebut-sebut segera bergabung dengan salah satu klub Jepang yang kini berkompetisi di J-League2 atau kompetisi lapis kedua Jepang, Consadole Sapporo.

    Seperti dilansir Goal, Senin, 24 Maret 2014, Lilipaly dijadwalkan menjalani tes medis hari ini. Namun tulisan tersebut tidak merinci lebih lanjut apakah pemain sepak bola yang pernah diminati Persebaya Surabaya dan Barito Putra itu sukses melewati tes itu.

    Yang pasti, Goal menulis, "Ia (Lilipaly) akan menandatangani kontrak dalam beberapa hari ke depan."

    Andai resmi bergabung dengan Consadole, Lilipaly bakal menjadi pemain Indonesia kedua yang bermain di kompetisi sepak bola Negeri Matahari Terbit pada musim ini. Sebelumnya, Irfan Bachdim terlebih dahulu bergabung dengan klub Venforet Kofu yang bermain di J-League1.

    Sebelum merekrut Lilipaly, Consadole sempat dikabarkan ingin merekrut gelandang Arema Cronus, Hendro Siswanto. Namun tawaran tersebut ditepis Hendro lantaran masih ingin bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.

    "Untuk tahun ini saya masih belum bisa meninggalkan Indonesia. Jika rezeki, semoga masih ada (tawaran) tahun depan," kata Hendro ketika itu.

    Lilipaly, 24 tahun, saat ini masih bermain untuk Almere City FC di Divisi Dua Liga Belanda. Namun lantaran tidak mendapat tempat inti, pemain yang baru mencatat satu pertandingan bersama tim nasional Indonesia itu tak betah dan ingin meninggalkan Almere.

    GOAL | ARIE FIRDAUS

    Berita lain:
    Melihat Kapal Kiai Bajigur Lebih Dekat
    Messi Hattrick, Barcelona Permalukan Madrid
    Peti Kemas dan Sabuk MH370 di Perairan Perth?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.