Arteta Optimistis Arsenal Akhiri Puasa Gelar Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Arsenal Mikel Arteta merayakan golnya usai berhasil menyarangkan tendangan penalti ke gawang Everton dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (8/3). REUTERS/Toby Melville

    Pesepak bola Arsenal Mikel Arteta merayakan golnya usai berhasil menyarangkan tendangan penalti ke gawang Everton dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (8/3). REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, London - Gelandang sekaligus wakil kapten tim Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta, optimistis timnya akan mengakhiri sembilan tahun puasa gelar juara dengan memenangi Piala Football Association (FA) atau Persatuan Sepak Bola Inggris Sabtu malam ini, 17 Mei 2014, melawan Hull City di Stadion Wembley, London.

    Pemain berusia 32 tahun ini mengaku dalam kondisi fisik dan mental yang sangat baik. Tekatnya untuk mengantar Arsenal memenangi trofi juara Piala FA ini, juga untuk menjawab cap yang diberikan pelatih Chelsea, Jose Mourinho, kepada pelatih Arsenal, Arsene Wenger, sebagai "spesialis gagal".

    Cap itu diberikan Mourinho dalam satu wawancara dengan wartawan seputar kiprah Chelsea di Liga Champions. Namun ironisnya Chelsea sendiri mengakhiri musim kompetisi 2013-2014 ini tanpa satu pun gelar juara.

    Menurut Mikel Arteta, kalau Mourinho menggunakan trofi sebagai ukurannya, barangkali ucapannya ada benarnya. Tetapi jika mengacu pada kinerja Wenger di Arsenal selama ini, Arteta tidak setuju kalau bosnya dicap sebagai "spesialis gagal". (Baca juga: Wenger Tolak Tawaran Monaco)

    Arsenal terakhir kali merebut gelar juara Piala FA pada 2005. Waktu itu di babak final Arsenal menang melalui adu tendangan penalti melawan MU.

    Arteta selama ini dikenal blak-blakan dalam melontarkan pendapatnya, termasuk di Arsenal sendiri. Ia bahkan tak segan-segan mengkritik Wenger ketika bos klub gudang peluru ini mengaitkan usia pemain dengan prestasi. Manurut Arteta hal itu tak berhubungan (erat), karena banyak pemain di Eropa yang permainannya hebat meski usianya di atas 30 tahun.

    ESPN | AGUS BAHARUDIN

    Bertia Terpopuler:
    Sanksi Seumur Hidup bagi Perusuh Sepak Bola Italia
    Monaco Perpanjang Masa Bakti Berbatov 
    FIFA: Piala Dunia di Qatar Adalah Kesalahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.