Arsenal Kembali Kejar Khedira  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sami Khedira melakukan selebrasi setelah berhasil menjebol gawang Real Sociedad dalam laga La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, (6/1). REUTERS/Juan Medina

    Sami Khedira melakukan selebrasi setelah berhasil menjebol gawang Real Sociedad dalam laga La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, (6/1). REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal kembali menyatakan ketertarikannya untuk mendatangkan gelandang bertahan Real Madrid, Sami Khedira, pada musim transfer ini. Kedatangan Khedira diharapkan bisa menambah opsi di lini tengah klub asal Inggris itu.

    Pada transfer musim dingin Januari lalu, pelatih Arsene Wenger sudah berusaha mendapatkan gelandang timnas Jerman itu. Namun cedera yang diderita pemain 27 tahun itu sejak Oktober membuat pelatih berjulukan Sang Profesor tersebut mengurungkan niatnya.

    Seperti dilansir Mirror, Ahad, 25 Mei 2014, Wenger kini kembali melirik Khedira setelah usaha untuk mendatangkan Cesc Fabregas tak berlangsung mulus. Harga 30 juta pound sterling yang dipatok Barcelona untuk Fabregas membuat Wenger menyimpan niat untuk merekrut mantan anak asuhnya tersebut.

    Khedira sendiri diprediksi akan lebih mudah didapat. Harganya ditaksir berada pada kisaran 15 juta pound dan kontraknya di Real Madrid juga hanya tersisa satu tahun lagi.

    Hambatan utama bagi Arsenal untuk mendapatkannya ada pada bos Madrid Carlo Ancelotti. Sejauh ini Ancelotti berkukuh tetap mempertahankan gelandangnya itu. Sebab, ia cukup puas dengan penampilan pemain yang didatangkan pada era Maurinho itu dalam final Liga Champions melawan Atletico Madrid, Sabtu malam lalu.

    MIRROR | ERWAN HERMAWAN

    Berita Lain
    Kuipers Pelajari Video Rekaman Madrid Vs Atletico
    Paul Scholes Cs Taklukkan Persib Legends 5-1 
    Real Madrid Sabet La Decima  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.