Arsene Wenger: Aku Manajer Arsenal, maka Aku Ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Arsenal Arsene Wenger tiba dalam sesi latihan jelang laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund, di London Colney, London, 25 November 2014. REUTERS/Eddie Keogh

    Manajer Arsenal Arsene Wenger tiba dalam sesi latihan jelang laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund, di London Colney, London, 25 November 2014. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Singapura - Arsenal identik dengan Arsene Wenger dalam 19 tahun terakhir. Dan, Wenger belum mau pensiun sebagai manajer klub Liga Primer Inggris ini, meski usianya pada Oktober mendatang mencapai 66 tahun. “Pensiun? Ya, terkadang terlintas di pikiranku tapi tidak lama, hanya 5 detik, karena sedikit panik,” kata Wenger.

    Wenger lantas menceritakan pertemuannya dengan Alex Ferguson, 73 tahun, mantan manajer Manchester United, dalam musim lalu.

    “Ketika kami bemain di Manchester United, ia (Alex Ferguson) datang untuk menemuiku setelah pertandingan, saya bilang: ‘Ayolah, tidakkah kamu merindukan semua ini?’ Ia menjawab: ‘Tidak.’ Ia sudah cukup. Ia menonton setiap pertandingan. Tapi, ia punya kuda dan saya tidak.”

    Berdasarkan pernyataan Wenger, hanya sepak bola yang menjadi kegemaran pria asal Prancis itu dalam hidupnya. Dan, itulah yang membuatnya senantiasa antusias dalam mempersiakan Arsenal menyongsong musim baru Liga Primer Inggris yang dimulai 8 Agustus 2015.

    Wenger baru saja membawa Arsenal meraih trofi dalam turnamen pramusim di Singapura, 15-18 Juli 2015, dengan mengalahkan Everton 3-1 pada babak final Barclays Asia Trophy.

    Adapun pada musim lalu, 2014-2015, Arsenal meraih hasil cukup memuaskan dengan merebut peringkat ketiga, posisi di belakang Manchester City dan sang juara Chelsea. Dan, dengan tambahan kekuatan, yaitu kiper kelas dunia, Petr Cech, yang pindah dari Chelsea, Wenger tak pernah kehabisan harapan untuk menjuarai liga untuk pertama kali dalam 12 tahun terakhir.

    “Antusiasme? Itu tak masalah. Saya lebih bertanggung jawab dari sebelumnya untuk itu. Dan, mencintai apa yang kamu lakukan tak akan berkurang dengan berapa kali melakukannya. Sepak bola adalah hal baru setiap hari,” kata Wenger.

    Kecintaan Wenger terhadap sepak bola itulah yang membuat dirinya bisa selalu tegar mengalami masa jatuh dan bangun. Delapan bulan lalu, misalnya, ia dimarahi sejumlah suporter Arsenal di stasiun kereta api Stoke setelah The Gunners kalah 2-3 sehingga terpuruk di urutan keenam liga dengan ketinggalan 13 poin dari Chelsea.

    Wenger kemudian berhasil membawa Arsenal bangkit untuk bisa finis di urutan ketiga, meski selisih dengan Chelsea di puncak klasemen adalah 12 poin. Chelsea memang dominan musim lalu. Selisih nilai City yang ada di urutan kedua pun cukup jauh, yaitu delapan poin.

    Dan, jika Arsenal bisa memenangi liga pertama kali sejak 2004, kita munngkin akan menoleh kembali peristiwa di stasiun kereta api Stoke delapan bulan lalu. Momen gelap selalu datang sebelum datang terang. “Saya punya banyak pengalaman dan pengalaman menolong Anda mengantisipasi apa yang akan Anda hadapi,” kata Wenger.

    Nama lengkap: Arsene Wenger

    Lahir: 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Prancis

    Tinggi: 1,91 meter

    Posisi bermain: Gelandang

    Karier junior pemain:

    1963–1969 FC Duttlenheim

    1969–1973 Mutzig

    Karier senior pemain:

    1969–1973 Mutzig

    1973–1975 Mulhouse 56 kali main (4 gol)

    1975–1978 ASPV Strasbourg

    1978–1981 RC Strasbourg 11 (0)

    Karier manajer:

    1984–1987 Nancy-Lorraine

    1987–1994 AS Monaco

    1995–1996 Nagoya Grampus Eight

    1996–sekarang Arsenal

    Trofi di Arsenal:

    Liga Primer Inggris: 1997–1998, 2001–2002, 2003–2004.

    Piala FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris): 1997–1998, 2001–2002, 2002–2003, 2004–2005, 2013–2014, 2014–2015.

    GUARDIAN | BBC | DAILY MAIL | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.