Bos La Liga Lihat Kemerdekaan Catalonia Rusak Kompetisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona asal Brasil, Neymar (tengah) merayakan golnya ke gawang Levante pada pertandingan la Liga Spanyol di kandang Barcelona, 21 September 2015. AP/Manu Fernandez

    Pemain Barcelona asal Brasil, Neymar (tengah) merayakan golnya ke gawang Levante pada pertandingan la Liga Spanyol di kandang Barcelona, 21 September 2015. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden La Liga Javier Tebas menyebutkan La Liga akan berlangsung hambar tanpa Barcelona. Tim asal Catalonia itu terancam tidak dapat mengikuti La Liga jika pemilu pada Mingu 26 September 2015 memutuskan daerah otonom itu merdeka dari Spanyol.

    Tahun lalu, Catalonia menggelar referendum informal tentang kemerdekaan dari Spanyol. Hasilnya, 80 persen setuju agar Catalonia merdeka dari Spanyol. 

    Javier Tebas berharap rakyat Catalonia tidak memilih untuk merdeka pada akhir pekan ini. "Saya menganggap La Liga tidak berharga tanpa Barcelona. Saya yakin itu tidak akan terjadi karena Catalonia akan tetap menjadi bagian dari Spanyol," ujarnya.

    Ia menambahkan, cita-cita La Liga untuk menyatukan Spanyol juga akan berantakan jika Catalonia memilih merdeka. "Kita akan kehilangan segalanya. Jika Spanyol pecah dan Catalonia merdeka, kita semua akan kalah," ujarnya.

    Ia menekankan, ia tidak dapat membayangkan sebuah La Liga tanpa klub-klub Catalonia. "La Liga merupakan liga nasional karena ini untuk semua bagian Spanyol," katanya.

    Sejumlah tim Catalonia saat ini merumput di Liga Spanyol. Klub-klub itu di antaranya adalah Barcelona, Sabdadell, Gimnastiic, Tarragona, Lieida, Condal, Terrassa, Badalona, Girona, Llagostera, Figueres, Sant Andreu, Palamos, L’Hospitalet, Jupiter, Granollers, Mollerussa, dan Europa, yang berlaga di divisi-divisi lebih rendah.

    ESPN | GURUH RIYANTO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.