Melawan Dinamo, Muenchen Turunkan Sebagian Pemain Cadangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bayern Munchen foto bersama sebelum pertandingan melawan Dinamo Zagreb di Munich, Jerman, 30 September 2015. AP/Kerstin Joensson

    Pemain Bayern Munchen foto bersama sebelum pertandingan melawan Dinamo Zagreb di Munich, Jerman, 30 September 2015. AP/Kerstin Joensson

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayern Muenchen terpaksa menurunkan sebagian pemain kelas dua untuk menghadapi Dinamo Zagreb dalam laga Liga Champions, Rabu, 30 September 2015, dinihari. Manajer Bayern Munchen, Pep Guardiola, memperkirakan, hanya 14-15 pemain utama tim itu yang berada dalam kondisi prima.

    Padahal Muenchen mesti menjamu juara Kroasia, Dinamo Zagreb, yang tengah menikmati kejayaan tim. Mereka tidak terkalahkan dalam 45 pertandingan terakhir. Dinamo Zegreb bahkan melibas Arsenal dengan skor 2-1 dalam laga Kamis, 17 September 2015.

    Cedera pemain tengah Arturo Vidal dan Sebastian Rode baru-baru ini menambah panjang deretan pemain Bayern Muenchen yang terpaksa beristirahat. Vidal menjalani perawatan untuk cedera lutut. Sementara itu, Rode terluka karena jatuh.

    Guardiola mengatakan kondisi itu membuat timnya terpaksa menurunkan sebagian pemain lapis kedua. "Kami akan membutuhkan satu atau dua orang dari tim lapis kedua," ujarnya.

    Sebelumnya, pemain sayap Muenchen, Arjen Robben, terpaksa tidak dapat bermain untuk jangka panjang akibat cedera. Selain itu, bek Medhi Benatia dan Holger Badsuter serta Franck Ribery baru saja pulih dari cedera.

    Dalam pertandingan sebelumnya, Muenchen berhasil menggilas juara Yunani, Olympiakos, dengan skor 3-0. Tim ini juga mencatatkan rekor sempurna di Bundesliga dengan mencatatkan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.

    BBC | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.