Gol Bunuh Diri David Ospina Jadi Biang Kerok Kekalahan Arsenal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Arsenal, David Ospina (kedua kanan) gagal menangkap bola dengan baik sehingga tercipta gol bunuh diri pada babak kualifikasi Liga Champions Grup F di London, 30 September 2015. Arsenal kalah 2-3. AP/Kirsty Wigglesworth

    Penjaga gawang Arsenal, David Ospina (kedua kanan) gagal menangkap bola dengan baik sehingga tercipta gol bunuh diri pada babak kualifikasi Liga Champions Grup F di London, 30 September 2015. Arsenal kalah 2-3. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.CO, Jakarta - Olympiakos berhasil menekuk Arsenal dengan skor 3-2 dalam pertandingan Liga Champions, Rabu, 30 September 2015, dini hari. Gol bunuh diri penjaga gawang David Ospina mempersulit Arsenal menang di kandang sendiri.

    Salah satu penjaga gawang terbaik dunia itu tanpa sengaja melakukan gol bunuh diri pada menit ke-39. Padahal, ketika itu, pertandingan tengah berlangsung seri dengan skor 1-1.

    Tragedi bagi Arsenal itu bermula dari tendangan pojok pemain Olympiakos, Gabriel Paulista. David Ospina berhasil menangkap tendangan melambung tersebut. Namun bekas penjaga gawang Chelsea itu salah melompat. Ia melompat dari arah luar dan mendarat di dalam gawang Arsenal sendiri. Gol bunuh diri itu membuat Olympiakos berhasil unggul 2-1 hingga akhir babak pertama.

    Padahal Arsenal membeli David Ospina dengan harga mahal. Arsenal diperkirakan mesti merogoh kocek 3 juta pound sterling atau Rp 66 miliar untuk penjaga gawang tersebut. Karena dianggap potensial, Arsenal menandatangani kontrak dengan penjaga gawang Uruguay itu selama empat tahun.

    Pada babak kedua, Arsenal berupaya keras menjaga muka mereka di hadapan para penggemar setia. Pada menit ke-64, bola tendangan Alexis Sanchez berhasil membobol gawang Olympiakos. Walhasil, kedudukan kembali berimbang 2-2.

    Sayangnya, posisi itu tidak bertahan lama. Tidak sampai dua menit berselang, Alfred Finnbogason berhasil meloloskan bola ke gawang Arsenal. Gol ini menjadi penentu kemenangan Olympiakos.

    Sebelumnya, Arsenal juga bertekuk lutut 2-1 kepada klub Kroasia, Dinamo Zagreb. Kekalahan dari Olympiakos membuat Arsenal semakin terpuruk di Grup F. Tim Liga Inggris ini menjadi satu-satunya yang tak kunjung memperoleh poin. Walhasil, tim besutan Arsene Wenger itu mesti berada di peringkat paling bontot klasemen grup.

    BBC | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.