Tevez Sandang Ban Kapten Klub Masa Mudanya, Boca Juniors  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Argentina, Carlos Tevez berebut bola dengan pemain Ekuador Gabriel Achilier pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Buenos Aires, Argentina, 9 Oktober 2015. AP/Natacha Pisarenko

    Penyerang Argentina, Carlos Tevez berebut bola dengan pemain Ekuador Gabriel Achilier pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Buenos Aires, Argentina, 9 Oktober 2015. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO.CO, Jakarta - Carlos Tevez menjadi kapten klub semasa mudanya, Boca Juniors, untuk meraih juara Divisi Primera Argentina pada Minggu, 1 November 2015. Itu merupakan gelar liga kedelapan bagi mantan striker Juventus  itu sepanjang kariernya.

    Tevez, yang bermain untuk Boca ketika tim itu memenangi juara nasional terakhirnya pada 2003 sebelum dia pindah ke Eropa, kembali ke tim Buenos Aires pada Juli lalu.

    "Saya datang dan kembali merasakan ini lagi," kata pemain 31 tahun itu setelah mantan bek Lyon, Fabian Monzon, mencetak gol pada menit ke-42. Gol itu membawa Boca menang 1-0 atas Tigre dan meraih gelar juara ke-31 dengan satu pertandingan masih tersisa.

    Boca unggul 6 poin di puncak klasemen atas San Lorenzo, klub yang didukung Paus Francis, dan berjarak 8 poin dari Rosario Central.

    Bagi Boca, gelar juara itu menjadi dorongan penyambutan setelah satu tahun lalu tim itu harus mengakui rival bebuyutannya, River Plate, meraup gelar liga, Copa Sudamericana, Copa Libertadores, dan Piala Super Amerika Selatan.

    Tevez hadir kembali di Boca setelah membantu Juventus melaju ke babak final Liga Champions pada musim terakhir.

    Bintang yang dikenal sebagai "Apache" karena berasal dari salah satu distrik di ibu kota Argentina tersebut mengatakan kepada para penggemarnya, "Saya ingin memberikan kembali ke Boca apa yang telah klub berikan kepada saya."

    Setelah membantu Boca merebut gelar pada 2003 dan setelah semusim bersama Korintus, ia hengkang ke sejumlah klub papan atas Liga Utama Inggris West Ham sebelum pindah ke Manchester United, Manchester City, dan Juventus.

    Bersama MU, ia memenangi dua gelar liga dan Liga Champions. Dia juga meraih juara Liga Inggris ketiga bersama dengan City. Selain itu, dia membantu Juve mengangkat scudetto di Seri A pada 2013 dan 2014, seperti dilansir AFP.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.