Piala Sudirman, Arema Vs Gresik: Adu Cerdik Dua Sahabat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tim Arema Cronus, Joko Susilo (kiri) mengawasi anak asuhnya saat latihan fisik dan strategi di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, 3 November 2015. ANTARA FOTO

    Pelatih tim Arema Cronus, Joko Susilo (kiri) mengawasi anak asuhnya saat latihan fisik dan strategi di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, 3 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, menganggap Gresik United sebagai tim misterius di ajang Piala Jenderal Sudirman yang bakal dihadapi timnya pada hari ini, 10 November 2015. Arema Cronus akan menjamu Gresik United dalam laga pembuka Grup A Turnamen Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang.

    Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyaksikan langsung pertandingan tersebut.

    Gresik kini diasuh Widodo Cahyono Putro, salah seorang legenda sepak bola nasional yang dulu memperkuat Petrokimia Gresik, nama lama Gresik United. Joko menilai Widodo sebagai teman seangkatan yang berpengalaman menukangi tim baru dan malah pernah menjadi asisten tim nasional. Hal ini menggambarkan kualitas seorang Wiwid, sapaan akrab Widodo, dan kualitas itu tentu akan diterapkan Wiwid di Gresik.

    Widodo Cahyono pernah menukangi Gresik di musim kompetisi Liga Super Indonesia 2013 dan Gresik kala itu mampu mengimbangi tuan rumah Arema di Stadion Kanjuruhan.

    “Mereka benar-benar tim yang baru di turnamen Piala Jenderal Sudirman dan belum terpantau kualitasnya. Kami sama sekali tak punya data terbaru soal permainan mereka. Semua pemain mereka pemain lokal. Mereka adalah tim kejutan dan kami harus ekstra waspada,” kata Joko, Senin, 9 November 2015.

    Pertandingan nanti malam ibarat adu cerdik antara dua sahabat. Widodo menjadi salah seorang legenda Gresik, Joko menjadi salah seorang legenda Arema. Secara teknis, taktik yang dipakai Widodo bertumpu pada pertahanan berlapis dan serangan balik nan cepat. Serangan balik cepat didukung barisan pemain muda, yang berpadu dengan pemain senior seperti Bima Sakti dan Reza Mustofa. Bima menjadi kapten tim merangkap pengatur ritme serangan di lini tengah. Reza menjadi andalah di lini depan.

    “Pertandingan pertama selalu tak mudah dan sangat krusial bagi kami. Tidak mudah karena secara teknis Gresik bakal tampil dengan karakter permainan yang sama dengan kami, yaitu ngotot dan penuh agresivitas. Mereka pun diperkuat beberapa bekas pemain kami, termasuk yang jebolan Arema U-21, dan tentu saja mereka kenal ciri khas permainan kami,” kata Joko.

    Arema akan tampil menyerang dengan kekuatan penuh. Tiga pemain asing siap dimainkan. Mereka adalah penyerang Esteban Vizcara, gelandang Toni Espinoza, dan bek Fransisco Insa Bohigues. Dan Joko memastikan Arema pantang menuai hasil imbang di kandang sendiri. Hasil seri sama dengan kalah.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.