Arema Vs Gresik United, Widodo: Meriam Lawan Bambu Runcing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Cronus, Christian Gonzales lolos merayakan gol keduanya ke gawang Bali United saat babak perempat final leg kedua turnamen Piala Presiden antara Bali United melawan Arema Cronus di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 27 September 2015. Gonzales mencetak hat-trick dalam laga yang membawa Arema Cronus menang 2-3 TEMPO/Johannes P. Christo

    Pemain Arema Cronus, Christian Gonzales lolos merayakan gol keduanya ke gawang Bali United saat babak perempat final leg kedua turnamen Piala Presiden antara Bali United melawan Arema Cronus di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 27 September 2015. Gonzales mencetak hat-trick dalam laga yang membawa Arema Cronus menang 2-3 TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kiasan menarik diutarakan pelatih Persegres Gresik United, Widodo Cahyono Putro, untuk menggambarkan laga pembuka Grup A turnamen Piala Jenderal Sudirman antara timnya dan tuan rumah Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan pada malam hari ini, 10 November 2015.

    Menurut Widodo, pertandingan yang akan disaksikan Presiden Joko Widodo tersebut ibarat pertarungan antara pejuang bersenjata bambu runcing dan tentara bersenjata meriam. Gresik baru sepekan mempersiapkan diri. Widodo resmi ditunjuk sebagai pelatih pada akhir Oktober lalu dan itu berarti baru sepekan pula Widodo melatih Bima Sakti dan kawan-kawan.

    “Ibaratnya, kami ke Malang bawa bambu runcing. Semua pemain kami pemain lokal. Kami bersikap realistis, tapi kami takkan bermain seadanya. Kami akan bermain penuh motivasi untuk melawan tim sekelas Arema. Di Hari Pahlawan ini kami akan bertarung layaknya pejuang bersenjata bambu runcing melawan pasukan bersenjata meriam,” kata Widodo.

    Widodo memboyong 23 pemain. Gresik mengandalkan duet penyerang Qischil Gandrum Minny dan Reza Mustofa untuk mengobrak-abrik pertahanan Arema. Pemain gaek Bima Sakti menggalang lini tengah. Sang kapten menjadi andalan untuk mengatur ritme serangan bersama Ade Suhendra. Sedangkan lini belakang dikawal F.X. Yanuar dan pemain lainnya.

    Bekas penyerang tim nasional itu menjanjikan tim asuhannya bakal tampil berbeda dari penampilan di turnamen Piala Presiden lalu. Perbedaan nyata tampak pada komposisi pemain Laskar Joko Samudro. Ada tujuh pemain “warisan” dari Piala Presiden. Gresik pun tetap tampil dengan karakter ngotot dan agresif, karakter yang juga dipunya Arema.

    Widodo akan memaksimalkan beberapa bekas pemain Arema, termasuk yang berasal dari Arema U-21, untuk membongkar pertahanan Singo Edan karena mereka sudah memahami ciri khas permainan Arema. Pertandingan nanti malam diprediksi berlangsung seru dan sengit.

    Widodo menargetkan timnya menjadi yang terbaik di Piala Jenderal Sudirman, minimal lolos fase grup. Selain dengan Arema, di Grup A Gresik bersaing pula dengan Persija Jakarta, Sriwijaya FC, dan Persipasi Bandung Raya.

    Bila Gresik mampu menuai hasil seri dan bahkan menang, maka selain mendongkrak semangat dan motivasi para pemain, hasil tersebut juga menjadi sebuah kado ulang tahun terindah bagi Widodo. Pada 8 November lalu, pelatih kelahiran Cilacap, Jawa Timur, itu berulang tahun ke-45.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.