Curhat Van Gaal Jelang Lawan Chelsea. Tanda MU Kalah Lagi?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih dan asisten pelatih Manchester United, Louis van Gaal (kedua kanan) dan Ryan Giggs (kanan) memperhatikan pertandingan Liga Champions antara Manchester United dan PSV Eindhoven di kandang MU, 26 November 2015. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Pelatih dan asisten pelatih Manchester United, Louis van Gaal (kedua kanan) dan Ryan Giggs (kanan) memperhatikan pertandingan Liga Champions antara Manchester United dan PSV Eindhoven di kandang MU, 26 November 2015. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga terakhir di tahun ini, Manchester United akan berhadapan dengan Chelsea tengah malam nanti. Jelas ini merupakan ujian terberat Louis van Gaal selama karirnya di Old Trafford.

    Nasibnya bisa berakhir dengan tragis, yakni pemecatan. Bahkan ada yang memprediksi, kalah atau menang laga di Old Trafford akan menjadi tugas terakhirnya bersama Manchester United. Apalagi dia sendiri menyatakan akan memilih mundur sebelum pemecatan datang lebih dulu.

    Bagaimana kesiapan dia menghadapi laga ini? Tentang mengangkat semangat dan kepercayaan diri para pemainnya, Van Gaal mengaku sulit. “Tidak mudah lagi. Ketika Anda kalah dalam empat pertandingan, akan lebih sulit ketimbang ketika saat kami kalah untuk tiga kalinya.” 

    Louis van Gaal pun mengaku telah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memotivasi para pemain. Tapi ya itu tadi, selain sulit kata dia, tekanan yang datang bertubi-tubi menjadi penyebab lainnya. “Tekanan di sekeliling makin keras. Tentu ini akan menjadi lebih sulit. Tak ada jalan keluar bisa diambil dengan segera,” katanya. 

    Namun, Van Gaal tetap optimistis. Sebabnya, menurut dia para pemain masih berada di belakangnya. “ Sampai sekarang, saya bisa katakan iya,” katanya.

    Dailystar|The Sun|IB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.