Ini Analisis Capello Soal Buruknya Performa Barcelona  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Ivan Rakitic (kanan), berebut bola dengan pemain Valencia, Shkodran Mustafi, dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 April 2016. Dua gol Valencia dicetak oleh aksi bunuh diri Ivan Rakitic dan Santi Mina. AP/Manu Fernandez

    Pemain Barcelona, Ivan Rakitic (kanan), berebut bola dengan pemain Valencia, Shkodran Mustafi, dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 April 2016. Dua gol Valencia dicetak oleh aksi bunuh diri Ivan Rakitic dan Santi Mina. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.COJakarta - Mantan pelatih Real Madrid, Fabio Capello, menilai tren negatif yang dialami Barcelona saat ini disebabkan tak adanya pemain dengan karakter kuat yang bisa menyatukan tim. Menurut dia, Barcelona membutuhkan sosok seperti Carles Puyol.

    "Saya kira Barcelona membutuhkan karakter seperti Puyol yang bisa menyatukannya kembali. Anda tak bisa mengatakan apa yang akan terjadi dan sangat mungkin Barcelona akan kembali ke jalurnya, baik secara fisik maupun mental," ujarnya seperti dilansir laman AS.

    Barcelona sedang mengalami saat terburuknya musim ini setelah kalah tiga kali beruntun dalam ajang Liga Spanyol. Kekalahan itu membuat anak asuh Luis Enrique kini ditempel ketat duo Madrid, Atletico dan Real, di klasemen.

    Barcelona dan Atletico memiliki angka yang sama, 76, sementara Real Madrid membuntuti keduanya dengan selisih hanya satu angka. Barcelona berada di puncak klasemen karena dua kali mengalahkan Atletico pada Liga Spanyol musim ini.

    Nasib Barcelona ini berkebalikan dari Real Madrid yang sempat tampil buruk pada awal musim dan kini kembali berpeluang menjadi juara Liga Spanyol.

    Capello sendiri sempat mengalami masa indah di Madrid ketika membawa klub itu juara pada musim 2006-2007. Saat itu dia berhasil membawa Madrid mengejar ketertinggalan angka dari Barcelona.

    Pelatih asal Italia itu menilai kondisi yang dihadapi Barcelona dan Madrid kini berbeda dari saat dia melatih dulu. Menurut dia, saat ini Barcelona jatuh lebih cepat dan Madrid bangkit lebih cepat. 

    "Dulu kami melakukannya selangkah demi selangkah, perlahan-lahan hingga pertandingan terakhir. Saat ini Barcelona kehilangan poin sangat banyak dalam beberapa pertandingan saja," katanya.

    AS | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.