Claudio Bravo: Barcelona Lebih Tertekan Saat Hadapi Manchester City

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivan Rakitic (kiri) merayakan golnya dalam pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Barcelona, 19 Maret 2015. Barcelona mengalahkan Manchester City 1-0 (agregat 3-1) dan maju ke perempat final. AP/Emilio Morenatti

    Ivan Rakitic (kiri) merayakan golnya dalam pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Barcelona, 19 Maret 2015. Barcelona mengalahkan Manchester City 1-0 (agregat 3-1) dan maju ke perempat final. AP/Emilio Morenatti

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Manchester City, Claudio Bravo, menyatakan Barcelona akan lebih memiliki tekanan saat menghadapi timnya dalam laga Liga Champions pada Kamis dinihari, 20 Oktober 2016. Dia mengatakan Barcelona akan lebih merasakan tekanan karena harus menang pada laga itu.

    "Barcelona harus menang dengan cara apa pun. Mereka bermain di kandang. Kami hanya harus melakukan pertandingan itu dengan baik, mengeluarkan senjata yang kami punya, dan mempertahankan ritme yang kami miliki," ujarnya, seperti dilansir laman Daily Mail.

    Laga itu akan menjadi laga reuni pertama Bravo setelah pindah dari Barcelona ke Manchester City, dua bulan lalu. Bravo merupakan penjaga gawang nomor satu Barcelona selama dua musim terakhir.

    Pemain asal Cile itu menuturkan, meskipun timnya memiliki rekor buruk saat menghadapi Barcelona, dia yakin pihaknya memiliki kesempatan yang sama besar untuk memenangi laga itu.

    "Semua tim memiliki kesempatan yang sama. Mereka memiliki pemain-pemain penting, tapi kami pergi ke sana dengan tujuan melakukan pertandingan dengan baik," ucapnya.

    City memang memiliki rekor buruk saat menghadapi Barcelona. Tim itu tak pernah menang dalam empat laga terakhir. Barcelona juga dua kali menyingkirkan tim itu dari babak 16 besar Liga Champions.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.