Bobotoh Persib Tewas, SOS: Perlu Regulasi untuk Suporter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton ribuan bobotoh yang mengikuti pawai perayaan kemenangan Persib Bandung pada Final Piala Presiden 2015 di Cimahi, 25 Oktober 2015. Pertandingan pekan lalu sempat diwarnai kericuhan oleh kelompok yang diduga suporter Persija, The Jackmania. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Warga menonton ribuan bobotoh yang mengikuti pawai perayaan kemenangan Persib Bandung pada Final Piala Presiden 2015 di Cimahi, 25 Oktober 2015. Pertandingan pekan lalu sempat diwarnai kericuhan oleh kelompok yang diduga suporter Persija, The Jackmania. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Kelompok watchdog sepak bola Indonesia, Save Our Soccer, mendesak dibuatnya regulasi bagi suporter. Desakan ini muncul setelah seorang bobotoh—sebutan untuk pendukung klub sepak bola Persib Bandung—tewas dikeroyok di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Minggu, 23 Oktober 2016.

    Muhammad Rovi Arrahman, nama suporter yang juga akrab disapa Omen itu, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Keluarga, tapi tak tertolong. Remaja 17 tahun itu akhirnya tewas.

    “Sudah waktunya suporter juga dibuatkan regulasi. Football Spectator Act (FSA) yang diberlakukan di Liga Inggris sejak 1989 bisa dijadikan rujukan,” kata Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali dalam rilis pers yang diterima Tempo, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Menurut Akmal, FSA mewajibkan semua suporter di Inggris memiliki kartu keanggotaan dari klub yang mereka dukung. Kartu keanggotaan ini bertujuan mengidentifikasi suporter yang bikin rusuh. “Mereka akan dicabut kartu anggotanya serta tak boleh menonton pertandingan seumur hidup di stadion bila dinyatakan bersalah,” ujarnya.

    Akmal juga mendesak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), operator liga, dan klub memberi pembinaan kepada suporter. Mereka diharapkan membuat suporter itu mengerti soal aturan-aturan sepak bola serta sanksi yang akan diberikan bila terbukti melakukan vandalisme, baik di dalam maupun di luar stadion.

    Menurut Akmal, dua hal yang sudah dia sebutkan di atas diharapkan mampu mencegah potensi kekerasan yang berujung tumbal nyawa. “Cukup Omen yang terakhir tewas,” tuturnya.

    GADI MAKITAN 

    Baca: 
    Statistik Aneh Paul Pogba Saat MU Ditekuk Chelsea 4-0
    Ronaldo Diejek Suporter, Pemain Real Madrid Lain Membela
    Ronaldo dan Messi Kembali Bersaing Berebut Ballon d`Or


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.