Badai Cedera Tottenham Memburuk Saat Sambut Leverkusen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Tottenham, Harry Kane melakukan selebrasi usai menyamakan kedudukan saat berlaga melawan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris di stadion Anfield, Inggris, 2 April 2016. Tim asuhan Mauricio Pochettino saat ini mengantongi poin 62, terpaut empat angka dari Leicester City. REUTERS

    Penyerang Tottenham, Harry Kane melakukan selebrasi usai menyamakan kedudukan saat berlaga melawan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris di stadion Anfield, Inggris, 2 April 2016. Tim asuhan Mauricio Pochettino saat ini mengantongi poin 62, terpaut empat angka dari Leicester City. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Badai cedera semakin memburuk bagi Tottenham Hotspur menjelang laga melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions Kamis dinihari nanti. Mereka harus kehilangan satu pemain lagi di lini depan setelah penyerang mereka, Harry Kane, belum 100 persen fit dari pemulihan cederanya.

    Manajer Mauricio Pochettino menyatakan belum bisa memastikan apakah bisa menurunkan Erik Lamela di lini depan dalam laga di Stadion Wembley itu. Lamela menjadi pemain ketiga Hotspur yang masuk ruang perawatan.

    "Lamela mendapatkan cedera di pinggang saat latihan. Mungkin dia tak akan bermain besok, kami tak bisa memastikan," ujarnya dalam konferensi pers menjelang laga itu Selasa malam waktu Inggris.

    Selain Lamela dan Kane, Tottenham masih belum akan diperkuat oleh bek Toby Alderweireld dalam laga itu. Bek asal Belgia tersebut mengalami cedera lutut saat Tottenham ditahan imbang West Bromwich Albion bulan lalu.

    Tobby masih belum terlihat bergabung bersama rekan-rekannya dalam sesi latihan Selasa, 1 November 2016. Tottenham juga belum bisa memastikan kapan pemain 27 tahun itu akan kembali merumput.

    Badai cedera yang menimpa Tottenham itu membuat mereka mendapatkan hasil buruk dalam lima laga terakhir. Dele Alli cs hanya mencetak empat kali hasil imbang dan satu kali kekalahan di semua kompetisi.

    Pochettino menilai hasil buruk dan badai cedera itu berkaitan dengan jadwal padat yang mereka dapatkan dalam satu bulan terakhir. Dalam 22 hari, Tottenham harus menjalani tujuh laga yang artinya satu laga setiap tiga hari.

    "Masalahnya adalah kami tidak banyak berlatih. Prioritas kami adalah untuk beristirahat dan pemulihan. Setelah jeda internasional, kami mendapatkan tujuh laga dalam 22 hari. Besok adalah pertandingan keenam dalam 19 hari," ujarnya.

    "Sangat sulit bagi kami untuk berlatih dan memperbaiki sejumlah hal spesifik. Kami bisa melakukan itu, tapi hal itu sulit karena prioritas kami adalah memberikan waktu kepada pemain untuk beristirahat dan melakukan pemulihan," katanya.

    UEFA | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.