Liverpool Bantai Watford, seperti Apa Instruksi Klopp?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juergen Klopp. Reuters/Phil Noble

    Juergen Klopp. Reuters/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang serang Liverpool, Philippe Coutinho, menjelaskan bagaimana pergerakan serangan para pemain The Reds menjadi kunci utama kemenangan fantastis 6-1 atas Watford di Stadion Anfiela, Minggu malam, 6 November 2016.

    Dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris Minggu kemarin, lima pemain The Reds berbeda menamakan diri di papan skor, tak terkecuali Coutinho.

    Hasil ini juga menjadikan Liverpool mencatat delapan kemenangan dalam sebelas pertandingan Liga Primer sejauh ini dan membuat pasukan Juergen Klopp memegang takhta klasemen dengan keunggulan satu poin.



    Philippe Coutinho.

    "Manajer meminta kami untuk banyak bergerak dan itulah yang kami coba kerjakan di pertandingan ini dan menciptakan ruang untuk rekan-rekan kami," ujar Coutinho seusai pertandingan.

    "Itulah yang kami usahakan hari ini. Kami meraih kemenangan bagus, sungguh ini menjadi hal yang bagus bagi kami dan kami senang akan hasil tersebut."

    Pemain Brasil ini menjadi kreator atas terciptanya gol pembuka bagi Sadio Mane lalu skor menjadi ganda lewat aksi dirinya, melalui tendangan datar elegan, menaklukkan sang kiper.

    Ini merupakan gol kelima Coutinho di Liga Primer musim ini. Namun, Coutinho tidak mencanangkan target-target individual. Dia menambahkan: "Target saya adalah bermain baik dan membantu tim, berkontribusi di pertandingan dan belajar banyak darinya. Hanya itu."

    BISNIS.COM

    Baca:
    Dapat Kontrak Baru, Gaji Ronaldo Kembali Ungguli Bale
    Suporter Persija Tewas di Cirebon, Begini Respons Kemenpora
    Liga Inggris: Man United Menang Lagi, Ini Komentar Mourinho
    Suporter Meninggal, SOS Minta Presiden Jokowi Hentikan ISC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.