Dikalahkan Manchester City, Pemain Arsenal Disebut Pemalas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Leroy Sane melepaskan tendangannya ke arah gawang Arsenal dan membuahkan gol saat bertanding di ajang Liga Primer Inggris di stadion Etihad di Manchester, Inggris, 18 Desember 2016. Gol Leroy Sane tersebut membuat timnya menyamakan kedudukan semnetara 1-1. REUTERS

    Pemain Manchester City Leroy Sane melepaskan tendangannya ke arah gawang Arsenal dan membuahkan gol saat bertanding di ajang Liga Primer Inggris di stadion Etihad di Manchester, Inggris, 18 Desember 2016. Gol Leroy Sane tersebut membuat timnya menyamakan kedudukan semnetara 1-1. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta – Mantan pemain Manchester United, Garry Neville, menilai kekalahan Arsenal atas Manchester City dalam laga akhir pekan lalu terjadi karena kesalahan para pemain mereka sendiri. Dia menyatakan para pemain Arsenal terlihat malas berlari untuk menutup celah, sehingga mereka kebobolan dua gol.

    Neville menilai dua gol Manchester City itu disebabkan oleh kemalasan para pemain belakang Arsenal. Dia menyoroti dua pemain belakang Arsenal, Nacho Monreal dan Hector Bellerin, yang tampil buruk dalam laga itu.

    ”Empat pemain belakang mereka malas, tak diragukan lagi. Anda selalu ingin pemain belakang Anda keluar menekan dan bek sayap Anda berada di tempat saat diserang. Monreal terlihat hanya berlari kecil, berjalan, dia bermain lebih buruk dari seorang anak kecil,” ujarnya.

    Arsenal kalah 2-1 dari Manchester City dalam laga itu. Skuad Meriam London sempat unggul pada babak pertama lewat gol cepat The Wallcot pada menit ke-4. Namun City berhasil bangkit pada babak kedua lewat gol Leroy Sane dan Raheem Sterling.

    Neville menilai lini belakang Arsenal bermain buruk pada babak kedua. Selain Monreal, dia mengkritik bek kanan Hector Bellerin yang menurut dia terlalu lembek.

    ”Bellerin terlalu lembek, dia juga terlihat tidak proaktif. Lini belakang Arsenal bermain terlalu dalam karena dua bek sayap dan bek tengah mereka hanya menunggu dan tak banyak berlari,” ujarnya.

    ”Masalahnya, empat pemain belakang mereka tidak terlihat proaktif, tak terlihat cukup berani dan keras,” ucap Neville.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN

    Baca:
    5 Rahasia di Balik Keberhasilan Liverpool Menekuk Everton
    James Rodriguez Bikin Petinggi Real Madrid Berang
    Bos Liverpool Sebut Permainan Everton Liar



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.