Pelaku Penganiyaan Wasit di Piala Wali Kota Ternate Diamankan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. Arenaplay.net

    Ilustrasi sepak bola. Arenaplay.net

    TEMPO.COJakarta - Aparat Kepolisian Resor Ternate, Maluku Utara, berhasil menangkap Adi dan Riki, pelaku penganiayaan wasit Ishak Ibrahim saat memimpin pertandingan Piala Wali Kota Ternate antara PS Banteng melawan PS Puma.

    "Dua pelaku bernama Jainul Andi Aco dan Zainudin tengah diburu polisi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ternate Ajun Komisaris Moch, Arinta Fauzi di Ternate, Rabu, 28 Desember 2016.

    Riki dan Adi ditangkap di rumah mereka masing-masing, dan keduanya merupakan pendukung tim PS Banteng yang telah menganiaya wasit Ishak Ibrahim hingga babak belur.

    Namun, kata Arinta, pihaknya belum bisa memberikan informasi secara detail terkait penangkapan dua pelaku tersebut dengan alasan masih mengejar dua pelaku lain.

    "Nanti kalau pelaku sudah ditangkap semuanya, baru saya sampaikan secara detail. Sementara ini kan baru dua yang kami amankan untuk perkembangan," kata Arinta. 

    Sementara Ketua Panitia Wali Kota Cup Amin Subuh menyesalkan insiden pengeroyokan dan penganiayaan wasit dalam turnamen sepak bola Wali Kota Cup yang mempertemukan tim PS Banteng dan PS Puma, yang berakhir ricuh. 

    "Kami membuat kompetisi agar sepak bola kita lebih maju. Karena itu, pengurus Persiter dalam waktu dekat akan membuat rapat internal untuk menyikapi insiden tersebut. Kemungkinan PS Banteng diberi sanksi tegas sesuai dengan aturan sepak bola PSSI," kata Amin.

    Turnamen Piala Wali Kota Ternate, Minggu, 25 Desember 2016, dinodai dengan penganiayaan terhadap wasit Ishak Ibrahim yang memimpin pertandingan antara PS Banteng melawan PS Puma. Insiden itu melukai kepala dan pelipis Ishak.

    Insiden penganiayaan yang dilakukan pemain PS Banteng terhadap wasit terjadi setelah penyerang PS Puma mencetak gol melalui penyerangnya, Rahmat Rivai, di babak kedua pada menit ke-69. Gol ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk PS Puma.

    Gol yang dicetak mantan pemain tim nasional Indonesia itu dinilai berbau offside. Akibatnya, ratusan pendukung PS Banteng masuk ke lapangan dan melakukan pelemparan terhadap perangkat pertandingan.

    Ketika akan melanjutkan pertandingan, Ishak mendapat perlawanan dari ofisial PS Banteng. Bahkan mereka mengejar menyerang wasit.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.