Minggu, 25 Februari 2018

3 Penyebab David Luiz Sangat Mencintai Chelsea

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 11 Januari 2017 21:05 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 3 Penyebab David Luiz Sangat Mencintai Chelsea

    Pemain Chelsea David Luiz mengeksekusi tendangan bebas saat bertanding melawan West Bromwich Albion dalam pertandingan liga Primer Inggris di stadion Stamford Bridge di London, Inggris, 11 Desember 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - David Luiz kian menikmati masa-masa keduanya di klub Inggris, Chelsea. Ia pun mengungkap tiga alasan kenapa sangat mencintai Chelsea.

    Pertama, Luiz menyatakan motivasi terbesar kembali dari Paris Saint-Germain (PSG) ke angkat Chelsea adalah untuk meraih gelar juara di ajang Liga Inggris (Premier League), sebagaimana dilansir dari laman The Daily and Sunday Express.

    Luiz meraih Piala FA, Liga Champions, dan Liga Europa ketika membela Chelsea, sebelum bergabung ke PSG.

    Pemain timnas Brasil itu meninggalkan Chelsea menuju PSG dengan jumlah bayaran 50 juta pound pada 2014. Ia membawa PSG meraih dua gelar juara Liga Prancis (Ligue 1) dalam dua musim kompetisi.

    Hanya saja pelatih Antonio Conte memberi kejutan kepada publik ketika memboyong Luiz kembali ke Stamford Bridge.

    Alasan kedua, pemain berusia 29 tahun itu kemudian merasa pas dengan skema Conte yang menerapkan formasi 3-4-3. Alhasil, Chelsea kini bertengger di peringkat teratas klasemen sementara Liga Inggris.

    Luiz pernah ditangani sejumlah manajer berkelas dunia, sebut saja Andre Villas-Boas, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez and Jose Mourinho.

    "Saya mencintai klub ini dan saya yakin penuh bahwa jika saya kembali, maka kisah (sukses) bakal terulang kembali," kata Luiz kepada ESPN Brasil.

    Alasan ketiga, Luiz ingin membantu Conte meraih gelar Liga Inggris musim ini lantaran ia menghormati pelatih berpaspor Italia itu. "Ia (Conte) merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia," katanya.

    ANTARA

    Baca:
    Man United Kalahkan Hull, Ada 5 Kesimpulan Menarik
    Hadapi ISL 2017, Zulkifli Syukur Berlabuh di PSM Makassar
    Kejutan, Arsenal Beli Cohen Bramall, Pemain Muda Klub Gurem
    Prediksi Super Komputer: Arsenal dan MU Gagal Masuk 4 Besar


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.