Luis Milla Hadapi Kendala Bahasa di Timnas, Apa Kata PSSI?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Milla menunjukkan jersey Timnas usai memberikan keterangan pers di Kantor PSSI, Jakarta, 20 Januari 2017. Luis resmi dikontrak selama dua tahun oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pelatih baru Timnas Indonesia Luis Milla menunjukkan jersey Timnas usai memberikan keterangan pers di Kantor PSSI, Jakarta, 20 Januari 2017. Luis resmi dikontrak selama dua tahun oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia masih mencari asisten pelatih tim nasional senior untuk mendampingi Luis Milla Aspas. Asisten pelatih ini melengkapi dua asisten yang dibawa Milla dari Spanyol.

    Wakil Ketua PSSI Joko Driyono mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat pleno untuk menentukan asisten pelatih Indonesia. Menurut dia, asisten pelatih itu terdiri atas asisten fisik, asisten teknik, dan asisten kiper. “Karena ini menyangkut program jangka panjang PSSI, nanti akan kami lihat untuk potensi pelatih Indonesia,” kata Joko, Jumat pekan lalu.

    Soal kendala bahasa Milla dan pemain Indonesia, Joko tak terlalu khawatir. Ia yakin bahasa sepak bola tetap akan mendominasi program pelatihan tim nasional. Dia mencontohkan saat tim nasional dilatih oleh Anatoli Polosin pada 1991.

    “Ketika itu Polosin tak bisa bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia tapi bisa menang, semoga saja kesamaan ini terulang Indonesia raih medali emas di SEA Games nanti,” kata Joko.

    Direktur Teknik PSSI Danurwindo juga mengaku belum menentukan siapa calon asisten pelatih untuk Milla. Meski begitu, Danurwindo tetap optimistis kendala bahasa tak akan menghalangi proses latihan tim nasional.

    “Ketika saya berlatih di Italia saat masih jadi pemain. Ketika itu pelatih hanya bisa bahasa Italia, ada penerjemah bahasa Inggris saja. Tapi kami masih paham karena bahasa sepak bola itu sama,” kata Danurwindo.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.