Madura United Harus Rombak Tim dalam Waktu Singkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persepam Madura United (P-MU). ANTARA/Saiful Bahri

    Persepam Madura United (P-MU). ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Madura United akan merombak lagi komposisi timnya, padahal kick-off resmi turnamen Piala Presiden akan dimulai lima hari lagi. Manajer Madura United, Haruna Soemitro, menyatakan timnya akan melepas sejumlah pemain dan mendatangkan talenta baru.

    Keputusan ini, kata dia, diambil karena aturan baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia soal keberadaan pemain usia 23 tahun dalam tim utama haruslah pemain kelahiran 1995 dan jumlahnya harus lima orang.

    Dari 14 pemain muda usia 23 tahun yang telah ikut trial di Madura United banyak yang tidak memenuhi syarat 'kelahiran 1995'.

    Baca: Purwaka Yudhi Malu Kalau Langsung Gabung Persib Sekarang

    Selain itu, Haruna menilai jumlah pemain Madura United saat ini sebanyak 35 orang dinilai terlalu jumbo. Sedangkan jumlah maksimal pemain yang bisa didaftarkan pada kompetisi Liga 1 maksimal 28 orang.

    "Karena aturan ini, harus ada pemain yang dievaluasi menyesuaikan kebijakan PSSI," kata Haruna.

    Haruna mengatakan situasi ini membuat manajemem klub bingung karena tidak mudah menyeleksi pemain dalam waktu singkat. Apalagi, sebagian pemain muda tersebut ikut trial karena punya kemampuan sesuai yang dibutuhkan tim. "Soal seleksi kami serahkan pada coach Gomes," kata dia.

    Baca: Jalan Bareng Istri, Schweinsteiger Lebih Ceria dan Mesra

    Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera, tampaknya kesulitan menyeleksi sendiri pemain mana yang akan dipertahankam. Ia seperti buta dengan kekuatan tiap pemain seleksi karena baru bergabung dengan timnya, setelah mengikuti kursus singkat kepelatihan di Brasil selama satu bulan.

    "Saya akan lihat perkembangan mereka, masih ada dua uji coba sebelum Piala Presiden. Saya juga akan berembuk dengan asisten pelatih lain," kata Gomes.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?