Bali United Tak Mau Kecolongan Poin di Stadion Gianyar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim (kanan) bersama CEO Bali United Yabes Tanuri (kiri) dan pelatih Indra Sjafri (tengah) mengikuti jumpa pers di Restoran Bebek Bengil, Kuta jumpa media, 12 Januari 2017. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Irfan Bachdim (kanan) bersama CEO Bali United Yabes Tanuri (kiri) dan pelatih Indra Sjafri (tengah) mengikuti jumpa pers di Restoran Bebek Bengil, Kuta jumpa media, 12 Januari 2017. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Kuta - Bali United akan meladeni laga perdana kontra Sriwijaya FC dalam turnamen Piala Presiden. Selaku tim tuan rumah Grup 4, Bali United tidak ingin kecolongan poin saat menghadapi Sriwijaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 7 Februari 2017.

    Pemain belakang Bali United, Dias Angga, berharap skuad berjulukan Serdadu Tridatu itu bisa meraih kemenangan dalam laga perdana,. "Laga perdana itu menentukan. Bagi saya, siapa pun lawannya, kerja keras, fokus, dan disiplin," katanya di mes Bali United, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca:

    Bali United Akan Seleksi Striker Seri A Brasil

    Mantan punggawa Persib itu menilai Sriwijaya merupakan tim yang kompak dalam organisasi di lapangan. "Sriwijaya tim yang punya karakter bermain selalu menekan dalam setiap pertandingan, jadi harus waspada," tuturnya. Ia menambahkan, dua pemain Sriwijaya yang perlu diwaspadai, yaitu Hilton Moreira dan Beto Goncalves.

    Adapun Yandi Sofyan menganggap Sriwijaya banyak dihuni pemain-pemain yang berkualitas. "Kami tidak gentar. Kami diuntungkan bermain tuan rumah di hadapan suporter," katanya.

    Pemain yang berposisi di lini depan itu mengatakan akan berjuang meraih poin penuh dalam laga perdana Piala Presiden. "Saya mengesampingkan target pribadi (gol), yang penting bisa bantu tim untuk menang," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.