Petinggi Bayern Munchen Tanggapi Kabar Mereka Ikut Kejar Ronaldo  

Selasa, 20 Juni 2017 | 04:39 WIB
Petinggi Bayern Munchen Tanggapi Kabar Mereka Ikut Kejar Ronaldo  
Ekspresi pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo saat berselebrasi saat melawan Atletico Madrid dalam laga leg kedua Semi Final Liga Champions di stadion Vicente Calderon, Madrid, Spanyol, 10 Mei 2017. AP Photo

TEMPO.CO, Jakarta – Kabar hengkangnya Cristiano Ronaldo dari Real Madrid sempat dikaitan dengan Bayern Munchen. Namun petinggi Bayern mengklaim bahwa kabar itu palsu.

"Kami dipakai dalam banyak spekulasi mengenai kemungkinan-kemungkinan (pemain) yang akan datang dan pergi selama periode transfer," kata Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern.

Ia melanjutkan, "Sesuai peraturan kami tidak mengomentari rumor-rumor itu, namun sekarang dalam kasus Cristiano Ronaldo kami ingin menjelaskan satu kali dan untuk semuanya bahwa rumor-rumor ini tidak berdasar serta harus dibatasi dalam fabel-fabel nyata."

Baca: Ronaldo Akan Tinggalkan Real Madrid? Simak 6 Skenario Ini

Sebelumnya, Presiden Bayern Uli Hoeness telah berjanji merekrut pemain besar pada musim panas. Media Italia kemudian melaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa sang juara Jerman tertarik pada Ronaldo.

Ronaldo sendiri disebutkan akan meninggalkan Spanyol meski baru membawa klub Ibu Kota itu menjuarai Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun. Ia marah dengan kasus pajak yang melilitnya di negara itu.

Menurut laporan-laporan di media Portugal, peraih penghargaan pemain terbaik empat kali tersebut telah meminta klub untuk meletakkan dirinya dalam daftar transfer. Ronaldo "sangat kecewa" dengan tuduhan-tuduhan yang dikenakan terhadapnya.

Para jaksa Spanyol telah mengajukan gugatan hukum terhadap Ronaldo, menuding bahwa pemain itu menghindari pajak sebesar 14,7 juta euro dengan menyembunyikan pemasukan-pemasukan hak gambarnya dari 2011 sampai 2014. Ronaldo membantah dirinya melakukan pelanggaran.

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan