Jumat, 18 Agustus 2017

Barcelona Vs Real Madrid Malam Ini, Messi Bikin Valverde Rileks

Minggu, 13 Agustus 2017 | 10:15 WIB
Pemain Barcelona, Lionel Messi (kanan) usai mencetak gol ke gawang Real Madrid, dalam el clasico La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 23 April 2017. Bercelona menang 3-2. Reuters/Stringer

Pemain Barcelona, Lionel Messi (kanan) usai mencetak gol ke gawang Real Madrid, dalam el clasico La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 23 April 2017. Bercelona menang 3-2. Reuters/Stringer.

TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada raut wajah cemas dari Ernesto Valverde menghadapi laga resmi El Clasico pertamanya, saat Barcelona menjamu Real Madrid di Piala Super Spanyol, Senin dinihari, di Camp Nou, Barcelona.

Meski belum mendapatkan pengganti Neymar, Valverde tampak santai memberikan instruksi kepada anak asuhannya dalam latihan Jumat pagi.

Ketenangan Valverde itu tak lain karena dia sudah memenangi laga pertamanya melawan Real Madrid dalam ajang International Champions Cup bulan lalu.

Selain itu, Lionel Messi dalam kondisi 100 persen fit. Apalagi pemain asal Argentina itu baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah La Liga oleh Pusat Studi Sejarah dan Statistik Sepak Bola Spanyol atau yang di sana biasa disebut CIHEFE.

Baca: Jadwal Bola: Real Madrid Vs Barcelona di Piala Super Spanyol


Peneliti dari CIHEFE, Jose Antonio Ortega, mengatakan bahwa berdasarkan penelitian yang mereka lakukan terhadap 9.280 pemain yang pernah dan sedang berlaga di Liga Spanyol, Messi menjadi yang terbaik dengan torehan angka 545 angka.

Parameternya beragam, dari menit bermain, jumlah gol dalam permainan terbuka, penalti, hingga kartu merah yang diterima si pemain. "Semua parameter itu menggunakan sistem penilaian yang sederhana untuk mengevaluasi semua pemain secara adil," ujarnya.

Messi mengalahkan legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, yang berada di posisi kedua. Hal yang mengejutkan, bintang Real Madrid saat ini, Cristiano Ronaldo, hanya menempati posisi ke-17 dalam penelitian itu.

Penahbisan gelar itu tentu menjadi alarm tersendiri bagi Real Madrid yang akan menjadi lawan Barcelona. Meski La Blaugrana tak lagi diperkuat Neymar, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, paham betul betapa seorang Messi saja cukup untuk membunuh pasukannya. Messi adalah kunci.

Buktinya adalah laga El Clasico musim lalu saat Madrid harus menyerah 2-3. Barcelona yang saat itu tak diperkuat Neymar menang berkat gol cantik Messi pada akhir pertandingan.

Tendangan melengkungnya gagal diblok Raphael Varane dan terjangan Keylor Navas pun tak mampu membendung derasnya bola masuk ke gawang mereka.

Real Madrid harus ekstra hati-hati karena mereka juga tak akan tampil dengan skuad terbaiknya. Jenderal lapangan tengah Luka Modric harus absen karena kartu merah yang dia terima saat Real Madrid ditumbangkan Atletico Madrid pada ajang yang sama tiga musim tahun lalu.

Larangan itu baru diterapkan sekarang karena baru kali ini Real Madrid bisa bermain di Piala Super. Dua tahun berturut-turut sebelumnya, mereka tak pernah menjadi juara La Liga atau Copa del Rey.

Kehilangan Modric merupakan masalah besar kedua bagi Zidane. Dia tak bisa memainkan kuartet MICK (Modric, Isco, Casemiro, dan Kroos) yang menjadi kekuatan utama Madrid saat mereka menumbangkan Manchester United dalam ajang Piala Super Eropa pekan lalu.

Kuartet ini mendapat pujian selangit pada laga itu karena tampil saling melengkapi. "Casemiro bertugas merebut bola, Modric mengatur tempo, Isco menciptakan peluang, dan Toni Kroos menyeimbangkan tim," tulis jurnalis senior media Spanyol, AS, Jesus Gallego. Sedangkan harian Marca menyebut mereka sebagai "The fantastic four".

Tanpa adanya Modric, Madrid diprediksi akan kesulitan untuk mendikte permainan melawan Barcelona. Zidane pun diprediksi akan kembali ke pola 4-3-3 dan bukan menerapkan pola 4-4-2 seperti yang dicobanya sejak tur pramusim lalu.

Madrid akan menempatkan Kroos dan Casemiro untuk menjegal Messi sejak tengah lapangan permainan, sedangkan Isco akan menjadi kreator serangan bagi trio Benzema, Bale, dan Cristiano Ronaldo.

Eks pelatih Real Madrid, Vicente del Bosque, pun yakin Zidane akan bisa meredam Lionel Messi dan memecahkan masalah timnya. Del Bosque menilai juniornya itu tak kalah cerdas dari eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola.

"Memang ada perbedaan antara Zidane dan Guardiola karena tak akan ada dua manajer yang sama 100 persen. Tapi Zidane dan Guardiola merupakan pelatih yang sama-sama bisa mengeluarkan permainan terbaik dari anak asuhannya," ujar Del Bosque.

AS | MARCA | ESPNFC | FEBRIYAN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?