Timnas Indonesia Vs Kamboja: Kesempatan Pemain Muda Unjuk Gigi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia saat berlatih. (pssi.org)

    Pemain timnas Indonesia saat berlatih. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Kamboja dalam laga persabahatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Rabu malam, 3 Oktober 2017. Arsitek Timnas Indonesia, Luis Milla telah memanggil 20 pemain yang dianggap paling baik mengenakan kostum merah putih.

    "Saya berharap laga ini punya label tinggi," kata Luis Milla, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Pelatih asal Spanyol tersebut ingin menunjukkan permainan yang atraktif, dan mampu memberikan hiburan kepada pecinta sepak bola Indonesia, khususnya yang datang langsung ke stadion di pusat Kota Bekasi itu.

    Dalam laga kali ini, Milla memanggil sejumlah pemain baru yang masih terbilang masih muda untuk mengisi skuad tim senior. Misalnya, Ilham Udin Armayn, Awan Seto Raharjo, Rezaldi Hehanusa, dan Septian David Maulana.

    "Agar mereka memiliki jam terbang," kata dia. "Ini keputusan saya, dan saya bertanggungjawab."

    Milla meminta kepada para pemain baru tersebut memanfaatkan peluang masuk ke timnas senior. Soalnya, dia mengaku memanggil sejumlah pemain-pemain senior, tapi tak semua datang. Ia enggan menyebutkan alasannya.

    "Saya senang sekali karena telah mengumpulkan pemain terbaik di Indonesia," kata dia.

    Milla cukup respek dengan calon tim lawan. Menurutnya, Kamboja tim yang tak bisa dianggap remeh di Asia Tenggara. Ia juga mengenal baik dengan arsitek tim tersebut yaitu Leonardo Vitorino.

    "Saya ingin memberikan citra yang bagus buat timnas dalam laga besok," kata dia.

    Laga uji coba melawan Kamboja ini sendiri sangat penting karena merupakan persiapan untuk berlaga di ajang Asian Games tahun depan. Kesempatan bermain di depan publik sendiri harus dimanfaatkan Timnas Indonesia pada ajang 4 tahunan itu.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.