PSSI Luncurkan Buku Filosofi Sepakbola Indonesia, Apa Isinya?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. wikipedia.com

    Logo PSSI. wikipedia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah meluncurkan buku Filosofi Sepakbola Indonesia. Buku ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi para pelatih untuk membina pemain muda Indonesia.

    Direktur Teknik PSSI Danurwindo mengatakan kualitas bibit pemain sepak bola Indonesia sebenarnya sangat  bagus. Namun sayangnya, permainan itu kerap sulit dipertahankan saat para pemain turun ke lapangan.

    "Banyak pihak bilang pemain Indonesia sebenarnya punya kualitas teknis yang cukup bagus. Tapi memang pemain Indonesia belum bisa mengaplikasikan itu ke situasi permainan yang tepat," kata Danur saat ditemui di kantor pusat PSSI, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 9 November 2017.

    Ia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat hal ini terjadi. Danur mengatakan pemain muda Indonesia cenderung kurang mampu membaca pertandingan dan lama mengambil keputusan di lapangan.

    Lewat dasar dari Filosofi Sepakbola Indonesia ini, Danur berharap hal ini bisa diatasi lewat pembinaan sejak usia muda. "Karena di dalam latihan ini, tak hanya skill, tapi juga menghadap situasi di bawah tekanan. Latihan yang membuat pemain mendapat tekanan terus, membuat dia cepat mengambil keputusan," kata dia.

    Dalam buku itu, tercantum pembagian pembinaan sejak muda. Mulai kelompok umur 6-9 tahun, 10-13 tahun, hingga 14-17 tahun. Penerapan formasi 4-3-3 untuk pelatihan di usia muda juga dijelaskan. Danur mengatakan formasi itu cocok dengan filosofi bermain ball possession yang dimiliki Indonesia.

    Dengan formasi ini, Danur mengatakan akan banyak terbentuk format permainan diamond atau triangle. "Semua ini adalah dasar untuk penguasaan bola," katanya.

    Danur mengatakan filosofi ini sudah disusun PSSI sejak satu setengah tahun lalu. Riset berbagai liga tingkat junior di Indonesia hingga pembinaan pemain muda di luar negeri menjadi dasar pembentukan filosofi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?