Punggawa Timnas Indonesia Ini Ingin Banggakan Aceh

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-23 Indonesia melakukan selebrasi usai membobol gawang Timnas U-23 Suriah dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Jawa Barat, 16 November 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Pemain Timnas U-23 Indonesia melakukan selebrasi usai membobol gawang Timnas U-23 Suriah dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Jawa Barat, 16 November 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaTimnas Indonesia akan menghadapi laga kontra Mongolia di turnamen Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 pada Senin 4 Desember 2017. Skuad Garuda sebelumnya telah mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 4-0.

    Salah satu punggawa Timnas Indonesia, Miftahul Hamdi, sangat bangga bisa memperkuat Timnas Indonesia. Putra asli Aceh ini menyatakan ingin membanggakan warga Aceh yang hardir di Stadion.

    “Suatu kebanggaan bisa bermain di kampung halaman sendiri dengan memakai jersey garuda di dada. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Semoga saya juga bisa memuaskan warga Aceh yang sudah datang ke stadion nantinya kalau diberikan kesempatan bermain oleh pelatih,” ujar Miftahul.

    Pemain asal Sigli itu juga semakin merasa nyaman karena Timnas Indonesia menggunakan lapangan SMA Negeri 9 Banda ACeh Plus Olahraga (PPLPD Aceh) sebagai tempat berlatih. Pasalanya dia adalah jebolan sekolah itu.

    Sayap kanan tim nasional ini mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena berhasil mendapat kepercayaan Luis Milla. Dia juga bahkan memamerkan santapan khas Mie Aceh kepada rekan-rekannya. Yabes Roni, salah satu pemain yang paling semangat menyantap hidangan itu. Menurut Roni, dia memang penggemar berat kuliner berbahan mie, makanya dia juga merasa antusias untuk menyantap mie Aceh yang dihidangkan.

    Pada kesempatan yang sama, Hamdi juga mengungkapkan rasa bangganya dengan Aceh yang sudah berkembang sangat pesat pasca kejadian Tsunami yang menghancurkan pada tahun 2004 silam. Hamdi juga mengaku masih merasakan kepanikan dan kesedihan mendalam dari bencana alam yang menelan lebih dari 200.000 ribu korban jiwa di Aceh.

    “Ketika tsunami terjadi, keluarga saya selamat semua karena tempat tinggal saya lumayan jauh dari pusat tsunami. Rumah saya di kota Sigli. Akan tetapi, kami juga sempat panik, berlari mencari tempat yang aman.”

    “Alhamdulillah sekarang Aceh makin maju dalam segala hal. Pembangunan infratrukturnya, orang-orangnya, semua terlihat berbeda. Sepak bola di Aceh juga sudah semakin berkembang dan menggeliat. Semoga turnamen ini bisa menjadi momentum kemajuan sepak bola Aceh. Saya pun berharap pesepak bola Aceh seperti saya juga bisa membuat bangga Indonesia di kancah internasional," kata Hamdi.

    Ajang AWSC 2017 ini merupakan salah satu ajang uji coba Timnas Indonesia yang tengah bersiap menghadapi Asian Games tahun depan. Selain Brunei dan Mongolia, turnamen ini juga diikuti oleh Kyrgistan.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.