Tekuk Chelsea, Pelatih Watford, Javi Gracia: Nikmati Apa yang Ada

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Watford Will Hughes, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang West Ham United pada pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, Watford, 19 November 2017. Watford berhasil kalahkan West Ham United 2-0. Action Images via Reuters/Andrew Couldridge

    Pemain Watford Will Hughes, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang West Ham United pada pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, Watford, 19 November 2017. Watford berhasil kalahkan West Ham United 2-0. Action Images via Reuters/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Javier "Javi" Gracia kehidupannya sebagai manajer Watford mungkin sangat pendek. Pelatih asal Spanyol itu baru saja ditunjuk menggantikan Marco Silva sebagai manajer Watford, 21 Januari 2018.

    Gracia dikontrak 18 bulan. Tapi, Liga Primer Inggris musim ini akan berakhir pada Mei-Juni mendatang. Adapun Watford masih berada di papan tengah-bawah klasemen.

    Gracia tak cemas dengan waktunya yang singkat untuk musim ini. “Saya ingin menikmati pekerjaanku dan berbuat terbaik yang saya bisa. Saya tidak bisa berbuat lainnya,” katanya.

    Pada pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Vicarage Road,Watford, Minggu malam atau Senin dinihari, 6 Februari, pria berusia 47 tahun itu benar-benar menikmati salah satu hari terindahnya. Watford mengalahkan juara bertahan liga, Chelsea, 4-1.

    “Kami memainkan satu pertandingan yang bagus. Tekanan tinggi. Pertandingan berubah setelah ada yang diusir dari lapangan (Tiemoue Bakayoko, pemain Chelsea). Tapi, saya pikir kami main sangat baik  Chelsea adalah tim yang sangat besar,” kata Gracia.  

    Gracia menjadi manajer klub berjuluk Hornets itu yang kedelapan dalam rentang waktu empat tahun. Tapi, ia menegaskan tidak merisaukan pergantian kepemimpinan tim yang terlalu sering dan lebih berfokus mewujudkan penampilan tim yang memuaskan para suporternya.

    “Saya senang menjadi pelatih tim ini. Di klub-klub lain, hal itu bisa berbeda, tapi saya merasa nyaman melakukan pekerjaanku,” kata mantan gelandang bertahan Villarreal ini.

    “Saya tidak khawatir tentang hal tersebut (gonta-ganti manajer) sebab itu terjadi di semua negara. Kehidupan seorang pelatih adalah pendek,” Gracia melanjutkan.

    Gracia mengatakan punya filosofi. Sebagai orang Spanyol, ia melanjutkan, dirinya tumbuh bersama dengan filosofi soal sepak bola. “Buat saya yang terpenting adalah mencari keseimbangan tim; menyerang, bertahan, transisi, dan merancang tendangan bola mati dengan baik.”

    “Hal terpenting adalah menemukan keseimbangan dan meraih hasil, karena kerja anda tergantung pada hasilnya. Anda perlu meraih hasil dan kemudian bisa bicara soal gaya permainan,” Gracia menambahkan.

    Gracia mengawali debutnya di Watford dengan kekalahan di kandang Southampton pada Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), imbang tanpa gol di markas Stoke City, dan melakukan debutnya di kandang melawan Chelsea, Selasa dinihari tadi.

    Di urutan ke-11 dari 20 tim di klasemen Liga Inggris musim ini, Watford masih berjarak cukup dekat dengan zona degradasi yang ditempati urutan ke-18 sampai 20, yaitu enam angka pada 12 laga tersisa.

    Tapi, jangan terlalu mencemaskan posisi, kata Gracia. Nikmati saja momen setiap pertandingan untuk mencari hasil paling maksimal pada setiap pekan pertandingan Liga Inggris.

    SKY SPORTS | BBC | HARI PRASETYO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.