Bambang Minta Satgas Anti Mafia Sepak Bola Sikat Habis Pelaku

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Nurdiansyah Targetkan Persija Masuk Semifinal

    Bambang Nurdiansyah Targetkan Persija Masuk Semifinal

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda sepak bola Indonesia Bambang Nurdiansyah meminta satuan tugas atau Satgas Anti Mafia Sepak Bola menindak para pelaku yang terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan atau match fixing. Ia mendesak agar Satgas yang dibentuk kepolisian tidak setengah-setengah membereskan persoalan mafia sepak bola.

    Ia pun berharap Satgas tidak hanya menindak para pelaku yang ada di tingkat bawah saja, tapi juga bisa dikembangkan lebih lanjut. "Demi sepak bola yang lebih baik, saya setuju polisi bertindak," kata Bambang yang memperkuat tim nasional Indonesia era 1980-an, Senin, 31 Desember 2018.

    Satgas Antimafia Bola bentukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengaturan pertandingan di Liga 3 Indonesia. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto dan anaknya Anik Yuni, serta anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto. Mereka diduga punya andil mengatur pertandingan yang melibatkan Persibara Banjarnegara.

    Di sisi lain, Bambang menyatakan, agar proses penyelidikan berjalan adil dan mengutamakan asas praduga tak bersalah, khususnya kepada pemain. Sebab, menurut dia, belum tentu pihak yang dituding ikut terlibat. "Diselidiki harus jelas. Bisa tamat bermain bola kalau ada pemain yang dituding tanpa bukti," ucapnya.

    Lebih lanjut, Bambang menambahkan polisi bisa mengembangkan kasus pengaturan skor sepak bola tidak hanya pada laga yang melibatkan Persibara. Menurut dia, pengakuan mantan runner pengaturan skor di Liga Indonesia di televisi, yakni BS, bisa ditelusuri. "Kuncinya (membongkar match fixing) adalah telusuri terus," kata Bambang.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.