Liverpool Monoton dan Tak Akan Juara, Simak Alasan Solskjaer

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dikabarkan memberikan penilaian pedas tentang Liverpool kepada para pemainnya di kamar ganti, Minggu lalu. Liverpool akan menjamu Watford dinihari nanti, Kamis 28 Februari 2019.

    Saat itu Manchester United hanya mampu bermain 0-0 melawan Liverpool di Old Trafford pada pekan ke-26 Liga Primer Inggris 2018-2019, setelah United kehilangan banyak pemain karena cedera pada babak pertama. Dengan hasil itu Liverpool kembali ke puncak klasemen dengan hanya unggu satu poin dari juara bertahan Manchester City. Adapun Manchester United turun dari urutan keempat ke peringkat kelima.

    Tabloin The Sun memberitakan Solskjaer tidak terkesan dengan pemainan Liverpool di bawah asuhan manajer Jurgen Klopp dan menegaskan hal itu di kamar ganti pemain timnya.

    Setelah memimpin Manchester United pada 14 pertandingan dan baru sekali kalah, Ole Gunnar Solskjaer meyakini timnya lebih superior dari Liverpool dan menyangsikan kepantasan Liverpool difavoritkan menjadi juara musim ini.

    Solskjaer kemudian membeberkan kelemahan Liverpool. Pertama Liverpool dinilainya hanya bisa bermain dengan gaya counter attack atau serangan balik dan hal itu tak akan efektif kecuali melawan tim yang menyerang.

    Kedua, menurut Solskjaer, Liverpool gagal merinci permainannya dengan umpan-umpan pendek. Perpanjangan dari kelemahan itu adalah Liverpool dinilainya tidak memiliki kreativitas karena bermain tanpa playmaker atau pemain pengatur irama permainan yang nyata. Gaya Liverpool dinilainya bergantung kepada siapa yang memimpin dan kemudian menyerang balik.

    Di kamar ganti pemain, Solskjaer dikabarkan berbicara sangat berterus terang bahwa Liverpool tidak punya kualitas yang cukup untuk mengalahkan juara bertahan Manchester City pada perebutan gelar Liga Primer musim ini.

    Ole Gunnar Solskjaer menganggap timnya lebih baik dan itu dibenarkan sebagian pengamat. Pasalnya, dengan kehilangan banyak pemain teras yang cedera, Manchester United masih mampu mengimbangi Liverpool 0-0, Minggu lalu.

    Ole Gunnar Solskajer mengatakan kepada pemainnya bahwa permainan Liverpool sangat satu dimensi alias monoton. Liverpool memang bermain tanpa playmaker murni sejak Philippe Coutinho pindah ke Barcelona lebih dari setahun lalu. Xherdan Shaqiri lebih banyak duduk di bangku cadangan.

    METRO.CO.UK | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.