IFAB Sahkan 4 Aturan Baru Sepak Bola, Berlaku di Liga Champions?

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Ajax berselebrasi setelah menaklukkan Real Madrid dalam 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Rabu dinihari, 6 Maret 2019. Ajax menang 4-1 atas juara bertahan Liga Champions tersebut. REUTERS/Susana Vera

    Para pemain Ajax berselebrasi setelah menaklukkan Real Madrid dalam 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Rabu dinihari, 6 Maret 2019. Ajax menang 4-1 atas juara bertahan Liga Champions tersebut. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Badan Sepak Bola Internasional, IFAB, mengesahkan empat aturan baru pada akhir pekan kemarin. Aturan baru ini akan langsung berlaku di semua kompetisi, termasuk Liga Champions, musim depan.

    Empat aturan baru itu disahkan dalam rapat umum IFAB ke-133 di Aberdeen, Skotlandia, akhir pekan lalu. Mereka mengklaim aturan tersebut dibuat untuk membuat pertandingan lebih adil bagi setiap tim.

    Berikut empat aturan baru yang akan berlaku mulai 1 Juni 2019:

    1.Gol Yang Disebabkan Handball Tak Akan Disahkan

    Sejauh ini, kontroversi soal gol yang disebabkan oleh handball masih kerap terjadi. Wasit masih harus memutuskan apakah si pemain dengan sengaja atau tidak melakukan handball untuk mencetak gol.

    Dalam aturan barunya, IFAB menyebutkan bahwa gol yang disebabkan handball, baik disengaja ataupun tidak, tak akan disahkan. Mantan wasit Liga Inggris, Dermot Gallagher menyebutkan aturan tersebut diubah karena IFAB menilai si pemain mendapatkan keuntungan.

    "80 persen dari handball yang diberikan wasit dilakukan secara tidak sengaja, tetapi karena pemain mendapatkan keuntungan material. Menghapuskan kata disengaja dalam aturan itu akan menghilangkan keuntungan itu," ujarnya.

    2. Pemain yang digantikan bisa meninggalkan lapangan dimana saja

    Praktek mengulur-ulur waktu dengan cara mengganti seorang pemain tampaknya tak akan lagi digunakan dengan aturan baru ini. IFAB menyatakan bahwa pemain yang digantikan nantinya tak harus keluar lapangan di tepi garis tengah seperti yang biasa terjadi.

    Mereka bisa keluar di titik terdekat dari garis lapangan sehingga bisa menghemat waktu.

    Meskipun demikian, Gallagher menyatakan bahwa pada prakteknya aturan ini akan tergantung pada keputusan wasit apakah si pemain harus segera keluar dari lapangan di titik terdekatnya atau tetap di tepi garis tengah.

    3. Pemain tim yang sedang menyerang tak boleh berada di pagar betis

    Dalam beberapa tahun belakangan, taktik mengganggu pagar betis lawan saat suatu tim mendapatkan tendangan bebas kerap terjadi. Hal itu dinilai sebagai suatu yang kurang adil sehingga IFAB melarang pemain tim yang sedang menyerang berada di pagar betis.

    Dalam aturan tersebut IFAB menjelaskan bahwa pemain tim yang sedang menyerang harus berada setidaknya satu meter dari pagar betis tim yang sedang bertahan.

    4. Pelatih akan mendapatkan kartu jika berkelakuan buruk

    Sejauh ini, aturan baku hanya mengatur pelatih mendapatkan peringatan verbal jika mengganggu jalannya pertandingan. Dengan aturan baru ini, pelatih bisa mendapatkan kartu kuning dan merah sehingga diharuskan keluar dari lapangan pertandingan.

    Tak hanya itu, selebrasi berlebihan dari pelatih saat timnya mencetak gol juga akan mendapatkan kartu.

    Selain keempat aturan tersebut, dalam rapat itu, IFAB juga menerima laporan dari FIFA soal penggunaan Video Assistant Referee yang dianggap sukses di ajang Piala Dunia 2018 lalu. Karena itu, IFAB juga menyatakan akan terus mendorong penggunaan teknologi ini di semua kompetisi di dunia. Hingga saat ini, banyak negara termasuk Indonesia, masih belum menerapkan teknologi tersebut karena terkendala infrastruktur yang tak memadai.

    IFAB|SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.