Dikalahkan Jerman, Koeman: Timnas-Belanda Pantas Dapat 1 Poin

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronald Koeman. Adam Davy/PA via AP

    Ronald Koeman. Adam Davy/PA via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Timnas-Belanda, Ronald Koeman, mengakui para pemainnya tampil gugup melawan Jerman di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, dinihari tadi, Senin 25 Maret 2019. Tapi, Koeman menilai mereka pantas mendapat satu poin alias hasil imbang pada partai kedua mereka dalam kualifikasi Euro 2020 Grup C.

    Tim Belanda asuhan Koeman bangkit kembali dari ketinggalan 0-2 menjadi 2-2. Tapi, pada saat terakhir, menit ke-90, Nico Schulz mencetak gol untuk memastikan kemenangan Jerman di Amsterdam.

    Koeman mengatakan timnya kesulitan menghadapi Jerman yang tampil dengan gaya yang tidak biasanya. “Saya pikir kami tidak melakukan start dengan bagus, tidak tahu dengan sebenar-benarnya bagaimana Jerman bermain, dan mereka sangat bagus dengan tiga pemain yang banyak melakukan pergerakan di depan,” jelas Koeman.

    “Kami gagal mengamankan penguasaan bla dalam babak pertama. Tapi, pada babak kedua, saya bangga dengan mereka yang tak gampang menyerah setelah ketinggalan 0-2. Kami seharusnya mendapat satu poin,” Ronald Koeman melanjutkan.

    Adapun pasukan Joachim Low sudah gagal memenangi lima pertandingan kompetisi internasional terakhir mereka. Tapi, gol dari  Leroy Sane, Serge Gnabry, dan Nico Schulz menegaskan debut gemilang Jerman dalam kualifikasi Euro 2020. “Babak pertama sangat bagus, kami mengontrol pertandingan” kata  Low kepada RTL.

    “Babak kedua kebobolan dua gol pada waktu yang sangat buruk. Tapi, kemudian, kami meraih hal positif yang sudah lama hilang dari tim ini. Kemenangan di Belanda sangat bagus, tapi kami masih harus kerja keras,” kata pelatih Timnas Jerman ini.

    SKY SPORTS | SOCCERNET


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.