Transfer Daniel James ke Manchester United Terhambat Karena Ini

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Reuters/Carl Recine

    Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Keinginan Manchester United untuk secara sah mendapatkan Daniel James tampaknya harus sedikit tertunda. Penyebabnya, si pemain saat ini disebut tengah berduka.

    Media Inggris The Sun menyebutkan bahwa James terpaksa harus keluar dari skuad Timnas Wales untuk sejumlah laga persahabatan dan kualifikasi Piala Eropa karena ayahnya tiba-tiba meninggal dunia.

    Hal itu dipastikan oleh Swansea, klub pemilik James saat ini, yang menyatakan ikut berduka atas kejadian tersebut.

    "Semua orang di Swansea City bersedih mendengar kematian mendadak ayah dari Daniel James. Semua orang di klub sepak bola ini mengirimkan rasa duka dan dukungan kami kepada Daniel dan keluarganya dalam kondisi berduka seperti ini," bunyi pernyataan Swansea.

    Daniel James seharusnya bergabung bersama Timnas Wales untuk laga penting kualifikasi Piala Eropa. Skuad asuhan Ryan Giggs akan menghadapi Kroasia pada 8 Juni dan 11 Juni mendatang.

    Belum jelas apakah James akan absen pada kedua laga tersebut. Hanya saja, untuk sementara waktu James disebut tak akan bisa menyelesaikan proses transfernya ke Manchester United. '

    Kabar terakhir menyebutkan bahwa Manchester United dan Daniel James sebenarnya sudah memiliki kesepakatan awal soal kontrak dan transfer tersebut. Meskipun belum dijelaskan berapa nilai gaji dan durasi kontrak, dia sudah dipastikan merapat ke Stadion Old Trafford musim depan.

    Manchester United kabarnya harus merogoh kocek hingga 20 juta pound sterling untuk memboyong Daniel James dari Swansea. Dia disebut sebagai rekrutan pertama Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manajer Setan Merah.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.