Indisipliner, Neymar Dicopot dari Jabatan Kapten Timnas-Brasil

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar da Silva telah hampir dua musim meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) menempati posisi ketiga dengan bayaran tertinggi. Ia yang hingga kini masih tercatat sebagai pemain termahal di dunia itu mendapat bayaran 91,5 juta Euro atau setara Rp1,45 triliun per tahun. REUTERS

    Neymar da Silva telah hampir dua musim meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) menempati posisi ketiga dengan bayaran tertinggi. Ia yang hingga kini masih tercatat sebagai pemain termahal di dunia itu mendapat bayaran 91,5 juta Euro atau setara Rp1,45 triliun per tahun. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Neymar dicopot dari jabatannya sebagai kapten tim nasional Brasil untuk Copa America atau Piala Amerika Selatan pada Juni 2019. Rekannya di klub Paris Saint-Germain, Dani Alves, akan menjadi kapten tim Brasil yang baru.

    Pemain penyerang berusia 27 tahun ini sudah menjadi kapten Brasil selama delapan bulan. Tapi, akhir-akhir ini, ia terus disorot karena dinilai sikapnya semakin tidak disiplin. Pelatih Brasil, Tite, kemudian memutuskan mencopot jabatan kapten dari Neymar, Sabtu lalu.

    Alves, kini berusia 36 tahun, juga akan memimpin rekan-rekannya di lapangan pada pertandingan persahabatan Brasil melawan Qatar dan  Honduras.

    Alves sudah menjadi kapten Brasil empat kali dan yang terakhir saat mereka mengalahkan Jerman 1-0 pada Maret 2018.

    Dalam Mei 2019, otoritas sepak bola Prancis menjatuhkan hukuman larangan bertanding tiga kali kepada Neymar setelah ia memukul seorang suporter Paris Saint-Germain setelah PSG dikalahkan Rennes ada final Piala Prancis atau  Coupe de France.

    ESPN | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.