Kalau Bukan karena Made, Persib Sudah Kalah dari Tira Persikabo

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Tim Nasional sepakbola Indonesia, Made Wirawan menangkap bola saat berlatih di Stadion Gelora bung Karno, Jakarta, (31/10). Latihan ini merupakan persiapan sebelum menghadapi Kirgistan pada (1/11). TEMPO/Seto Wardhana

    Penjaga gawang Tim Nasional sepakbola Indonesia, Made Wirawan menangkap bola saat berlatih di Stadion Gelora bung Karno, Jakarta, (31/10). Latihan ini merupakan persiapan sebelum menghadapi Kirgistan pada (1/11). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Persib, I Made Wirawan, kembali tampil sebagai pahlawan ketika menghadapi Tira Persikabo di Stadion Si Jalak Harupat,  Selasa 18 Juni 2019, dalam lanjutan Liga 1.

    Made berhasil menghindarkan Maung Bandung dari kekalahan ketika menggagalkan peluang emas pemain Tira Persikabo, Parfait Louis, pada menit-menit akhir menjelang pertandingan usai.

    Saat berhadapan satu lawan satu dengan Parfait, Made dengan tenang membaca arah bola dari tendangan pemain bernomor 6 tersebut. Alhasil, gawang Persib pun selamat dari kebobolan untuk kedua kalinya dalam laga yang berakhr imbang 1-1 tersebut.

    Made menilai aksi penyelamatan tersebut sebagai hal yang biasa.  "Kalau penyelamatan itu saya anggap biasa saja. Karena memang sebagai kiper, tugas saya adalah menjaga gawang," ungkap kiper bernomor punggung 78 ini.

    Kendati demikian, Made mengaku cukup kecewa dengan hasil seri di kandang. Apalagi, ia pun harus kebobolan untuk pertama kalinya di ajang kompetisi Liga 1 2019.

    "Yang tidak biasa buat saya pribadi itu adalah kebobolan. Itu hal yang tidak bagus buat saya. Pastinya di pertandingan setelah ini, saya harus bisa menjaga gawang agar tidak kebobolan," papar kiper senior Persib ini.

    PERSIB.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.