Piala AFF U-15: Bima Sakti Sebut Jalan Timnas U-15 Baru Dimulai

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Indonesia AFF U-15. Twitter PSSI

    Timnas Indonesia AFF U-15. Twitter PSSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas U-15 Indonesia harus menerima keunggulan tuan rumah Thailand di Piala AFF U-15 2019. Garuda Muda kalah dua gol tanpa balas di babak semifinal yang berjalan Rabu, 7 Agustus 2019 di Chonburi Campus Stadium 1, Thailand.

    Dua gol Thailand datang dari pemain muda klub Liga Inggris Leicester City, Niphitphon Wongpaya. Dengan demikian, Timnas U-15 Indonesia gagal mempertahankan gelar juara.

    Pelatih Timnas U-15 Bima Sakti mengapresiasi kerja keras yang sudah ditunjukkan oleh para pemain. Ia juga mengucap terima kasih kepada seluruh pendukung tim Merah Putih.

    Bima menilai kegagalan Timnas U-15 melaju ke final Piala AFF bukan akhir dari perjalanan. Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan turnamen di Asia Tenggara merupakan langkah awal menuju target yang lebih tinggi. "Saya rasa ini bukan akhir," kata dia mengutip situs PSSI.

    Secara khusus, lanjut Bima, tim pelatih meminta kepada para pemain agar segera bangkit dan tidak meratapi kekalahan. Sebab masih ada pertandingan terakhir, yakni perebutan tempat ketiga yang akan dilalui Muhammad Valeron dan rekan-rekannya di Piala AFF U-15. "Kami akan kembali fokus berlatih untuk mendapatkan peringkat ketiga," sebut Bima.

    Penampilan Timnas U-15 Indonesia dan Thailand relatif berimbang di babak pertama. Serangan Indonesia banyak dilakukan dari sisi sayap, sementara Thailand mengandalkan serangan balik cepat.

    Situasi berubah di babak kedua. Thailand bisa menguasai dan mendominasi permainan. Tim asuhan pelatih Salvador Garcia mencetak dua gol di babak kedua. Thailand pun berhasil merebut tiket ke final Piala AFF U-15 2019.  

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.