Ingin Boyong Neymar, Real Madrid Tawarkan Luka Modric dan Tebusan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar menjawab pertanyaan awak media setelah diperiksa polisi di Sao Paulo, Brasil, 13 Juni 2019. Kepada polisi, pemain Paris Saint-Germain itu membantah tuduhan telah memperkosa wanita di Prancis.  REUTERS/Luisa Gonzalez

    Neymar menjawab pertanyaan awak media setelah diperiksa polisi di Sao Paulo, Brasil, 13 Juni 2019. Kepada polisi, pemain Paris Saint-Germain itu membantah tuduhan telah memperkosa wanita di Prancis. REUTERS/Luisa Gonzalez

    TEMPO.CO, Jakarta - Real Madrid menawarkan 110 juta pound sterling atau senilai Rp 1,9 triliun ditambah gelandang Luka Modrid untuk bisa dapat memboyong Neymar dari Paris Saint-Germain atau PSG ke Santiago Bernabeu.

    Neymar menjadi sorotan selama dibukanya bursa transfer musim panas ini. Sebab, penyerang asal Brasil ini tidak betah di PSG. Sebelumnya, dia dikaitkan dengan klub asalnya, Barcelona. Namun, belakangan Barcelona mengatakan pihaknya akan mengesampingkan soal Neymar untuk saat ini.

    Menurut Sport, Real ingin merekrut pemain lagi setelah mendatangkan beberapa pemain, di antaranya Eden Hazard, Luka Jovic, Eder Militao.

    PSG dikabarkan menginginkan tebusan senilai 198 juta pound sterling seperti yang mereka keluarkan saat mendatangkan Neymar dari Barcelona pada 2017 lalu.

    Setelah Neymar mengungkapkan keinginannya untuk hengkang dari PSG, klub juara Liga Perancis itu telah berusaha menyingkirkan bintang asal Brasil itu lebih awal di bursa transfer. Diyakini PSG lebih memilih penjualan langsung daripada peminjaman.

    Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan memiliki hubungan yang baik dengan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi. Kesepakatan terkait Neymar ini masih dalam tahap awal negosiasi.

    Real Madrid bukan satu-satunya klub yang tertarik terhadap Neymar. Klub asal Italia, Juventus dikabarkan juga tertarik kepadanya. Pelatih Juventus Maurizio Sarri disebut-sebut mengagumi Neymar.

    Bulan lalu, pelatih PSG, Thomas Tuchel mengungkapkan dirinya tahu Neymar ingin meninggalkan klub sebelum Copa Amerika. "Saya selalu kecewa ketika pemain datang terlambat, tetapi jelas di antara kami, sekarang itu antara klub dan Neymar," kata Tuchel.

    "Saya ingin dia pergi sebelum Copa Amerika, tetapi itu adalah urusan klub dan pemain," dia menambahkan. "Saya pelatih, dia pemain saya. Jika dia berada di ruang ganti, dia adalah pemain saya dan saya bekerja dengannya."

    Namun, Tuchel mengaku siap Neymar pergi. "Tapi saya siap untuk semuanya dan harus beradaptasi setiap hari," ucapnya.

    TALK SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.