Liverpool vs Leicester City 2-1, Penalti James Milner Jadi Kunci

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Liverpool, James Milner melakukan selebrasi bersama rekannya Jordan Henderson setelah mencetak gol ke gawang Cardiff melalui titik penalti dalam pertandingan Liga Inggris di  Stadion Cardiff City, Cardiff, 21 April 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Gelandang Liverpool, James Milner melakukan selebrasi bersama rekannya Jordan Henderson setelah mencetak gol ke gawang Cardiff melalui titik penalti dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Cardiff City, Cardiff, 21 April 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Liverpool meraih kemenangan atas Leicester City 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu, 5 Oktober 2019. Penalti James Milner pada injury time menjadi penentu kemenangan The Reds.

    Bermain di hadapan pendukungnya, Liverpool unggul lebih dulu lewat gol Sadio Mane pada menit ke-41. Leicester berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-85 lewat gol James Maddison.

    Liverpool kembali unggul setelah gol James Milner yang sukses menjadi eksekutor penalti pada menit ke-95. Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah Mane dilanggar di kotak penalti Leicester oleh Marc Albrighton.

    Hasil pertandingan ini membuat Liverpool mencatat kemenangan 100 persen di delapan pertandingan di Liga Inggris musim ini. Posisi The Reds masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 24 poin.

    Sementara itu, Leicester City kini berada di peringkat ketiga klasemen dengan 14 poin dari delapan laga.

    Pada laga berikutnya, Liverpool akan bertandang ke markas Manchester United, pada Minggu, 13 Oktober 2019. Sedangkan, Leicester akan menjamu Burnley di Stadion King Power, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?