Calon Ketua PSSI: Yesayas Siapkan Beasiswa Bagi Pemain Muda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum PSSI Yesaya Oktavianus (Sumber: Antara)

    Calon Ketua Umum PSSI Yesaya Oktavianus (Sumber: Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon ketua PSSI periode 2019-2023, Yesayas Oktavianus, mengatakan Timnas Indonesia yang tangguh berawal dari organisasi federasi sepak bola yang kuat.

    Menurut dia, salah satu tanda kuatnya organisasi ialah anggotanya, terutama dari Komite Eksekutif (Exco), tidak melontarkan pernyatan ke publik yang dapat mengganggu keharmonisan internal. “Idealnya, semua informasi yang terkait PSSI harus satu pintu,” ujar Yesayas di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Pria kelahiran Ambon ini menilai Exco PSSI kepengurusan sebelumnya beberapa kali mempertontonkan hal tersebut di depan umum. Tindakan itu dinilainya tidak lepas dari tugas Exco yang harus mengurus banyak bidang. Alasan lain, terjadi konflik kepentingan di dalam exco itu sendiri.

    “Anggota Exco bisa membawahi beberapa bidang, jadi kadang-kadang mereka ‘overlap’. Di Exco juga ada konflik kepentingan karena beberapa dari mereka yang bahkan memiliki lebih dari satu klub. Ini, kan, tidak boleh,” tutur Yesayas.

    Untuk menertibkan hal tersebut, Yesayas berjanji akan tegas. Jika terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, eks pewarta koran Kompas itu akan menginstruksikan Exco untuk tidak berbicara ke publik tanpa persetujuan organisasi.

    “Kalau di rapat internal, silakan berbicara dan ‘berkelahi’ untuk menyampaikan argumen. Namun setelah itu, semua informasi harus satu pintu. Misalnya Sekjen yang berbicara atau ketua, wakil ketua,” kata pria berusia 62 tahun itu.

    Selain itu, Yesaya berjanji melakukan pengembangan pemain muda, meningkatkan kualitas kompetisi dan memanfaatkan sains (sport science) seandainya menduduki kursi ketua umum PSSI.

    Ia menilai pemain muda harus menjadi prioritas dari program PSSI. Untuk itu, dia menekankan pentingnya kerangka dan standardisasi pembinaan usia muda yang tidak hanya mengasah kemampuan, tapi juga menanamkan akhlak yang baik.

    “Jika terpilih menjadi ketua umum, saya akan membut program beasiswa pemain muda untuk mengikuti kamp internasional,” tutur Yesayas.

    Tidak ketinggalan, peliput tiga Piala Dunia yaitu edisi 1990, 1994 dan 2006 tersebut juga menegaskan PSSI harus bekerja sama dengan pemerintah terutama dalam sinergi terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional.

    Yesayas sendiri berpegang pada keyakinan tidak ada prestasi yang dapat diraih dengan instan. Pencapaian tertinggi dalam sepak bola harus diraih dengan keringat dan kerja keras. Kepentingan-kepentingan bisnis harus disingkirkan jauh-jauh.

    “Keadaan saat ini adalah bisnis yang menjadi prioritas. Padahal olahraga itu paralel dengan prestasi bukan profit,” ujar Yesayas yang pernah mencalonkan diri menjadi calon wakil ketua umum PSSI periode 2016-2020 tetapi tidak terpilih di kongres.

    Yesayas menjadi salah satu calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 bersama 10 nama lainnya yakni Arif Wicaksono, Aven Hinelo, Bernhard Limbong. Lalu Benny Erwin, Fary Djemi Francis, La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim dan Vijaya Fitriyasa.

    Kongres pemilihan 15 personel Exco PSSI 2019-2023 yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota Exco digelar pada 2 November 2019 di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H