Jadwal Persib di Kalteng: Ardi Bertekad Pertahankan Tren Positif

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus. (liga-indonesia.id)

    Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain bek kiri Persib Bandung, Ardi Idrus, memiliki harapan besar pada laga pekan ke-26 Liga 1 melawan tuan rumah Kalteng Putra, Jumat 1 November 2019. Dia berharap tren positif yang tengah berpihak kepada tim Pangeran Biru terus berlanjut dalam pertandingan tersebut.

    "Saya dan teman-teman bersyukur dengan hasil positif kemarin. Semoga di pertandingan berikutnya meraih hasil maksimal lagi," kata Ardi saat dihubungi Kamis 31 Oktober 2019.

    Bertandang ke Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Persib membawa bekal positif. Tim asuhan pelatih Robert Rene Alberts itu sedang dalam mental yang bagus setelah melewati tiga laga terakhir tanpa kekalahan.

    Maung Bandung memasimalkan dua laga kandang dengan mengalahkan Persebaya Surabaya 4-1 dan Persija Jakarta 2-0. Sedangkan  satu laga lainnya berakhir seri tanpa gol saat melawat ke markas Bhayangkara FC.

    Ardi berharap kemenangan timnya bisa berlanjut. Sebab, mereka perlu mendulang poin demi memperbaiki posisi di klasemen. Persib Bandung saat ini masih berada di posisi ke-11 dengan torehan 31 poin hasil 7 kali menang, 10 kali imbang dan 7 kali kalah.

    Selain membidik tiga poin, tak ada misi khusus yang diusung Ardi. Pemain bernomor punggung tiga ni mengaku tak berambisi mencetak gol atau umpan matang pada pada setiap laga. Baginya, umpan atau gol adalah bonus dari kerja sama tim, seperti umpannya yang berbuah gol Ezechiel N'Douassel saat menghadapi Persija.

    "Alhamdulillah bisa menyubang satu assist, tapi yang terpenting adalah tim kami menang. Target kami adalah tiga poin," kata bek sayap Persib Bandung ini.

    PERSIB.CO.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.